Polisi Tangkap Pelaku Penganiaya Nenek Penolak Tambang di Pasaman, Ternyata Mahasiswa
Nenek Saudah korban penganiayaan--
PASAMAN, RADARPENA.CO.ID – Misteri penganiayaan brutal terhadap Nenek Saudah (68), warga Jorong Lubuak Aro, Nagari Padang Matinggi Utara, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, akhirnya mulai terkuak.
Polres Pasaman resmi menetapkan satu orang tersangka dalam kasus yang menghebohkan publik dan diduga berkaitan erat dengan aktivitas tambang emas ilegal.
Tersangka diketahui berinisial IS alias Mk (26), seorang mahasiswa yang berdomisili di wilayah setempat. Penetapan status tersangka dilakukan setelah polisi mengantongi keterangan korban, saksi, serta hasil penyelidikan mendalam.
Kapolres Pasaman AKBP Muhammad Agus Hidayat mengungkapkan, tersangka ditangkap setelah pihak keluarga menyerahkannya kepada aparat kepolisian.
BACA JUGA:Sentuh Bumi dengan Lembut: Rahasia Arsitek Dunia Ubah Wajah Kota-Kota Besar di ASEAN
“Pelaku sudah kami amankan dan saat ini menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Pasaman,” ujar Kapolres.
Sosok Pelaku: Mahasiswa, Bertindak Sendiri, Dipicu Konflik Lahan
Berdasarkan keterangan resmi kepolisian, IS disebut bertindak seorang diri. Dari pengakuan awal, aksi kekerasan itu dipicu konflik internal keluarga terkait persoalan tanah kaum, yang belakangan disusupi aktivitas tambang emas ilegal.
“Pelaku mengakui melakukan pemukulan secara berulang menggunakan kedua kepalan tangan ke arah wajah korban,” kata AKBP Muhammad Agus Hidayat.
Meski demikian, polisi menegaskan penyelidikan belum berhenti. Dugaan keterkaitan dengan aktivitas tambang ilegal masih terus didalami, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.
Diserahkan Keluarga, Polisi Tempuh Pendekatan Humanis
Dalam proses penanganan perkara, Polres Pasaman mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dengan melibatkan tokoh masyarakat serta keluarga pelaku. Pada Senin (6/1/2026) dini hari sekitar pukul 04.30 WIB, tersangka diserahkan langsung kepada tim gabungan Resmob dan Satreskrim Polres Pasaman.
BACA JUGA:Hak Asuh Anak ke Atalia Praratya, Ini Pernyataan Ridwan Kamil Usai Putusan Cerai
Polisi memastikan proses hukum berjalan profesional, transparan, dan berkeadilan demi menjawab keresahan masyarakat.
Kondisi Nenek Saudah
Sementara itu, kondisi Nenek Saudah masih memprihatinkan. Kepala Divisi Kampanye LBH Padang, Calvin Nanda Permana, menyebut korban masih mengalami trauma fisik dan psikis.
“Wajah korban masih lebam, tubuhnya sakit seluruhnya, dan hingga kini masih sering mengeluh pusing berat,” ungkap Calvin.
Kronologi Mencekam: Menolak Tambang, Dipukuli hingga Dibuang ke Semak
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: