Operasi Senyap Densus 88: Gagalkan Ancaman Teror Jelang Malam Pergantian Tahun, 7 Pelaku Ditangkap
Densus 88 Antiteror Polri menangkap terduga teroris--
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Di saat warga bersiap merayakan malam pergantian tahun, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri bekerja dalam senyap untuk memastikan Jakarta dan wilayah lainnya tetap kondusif.
Dalam operasi terbaru, aparat berhasil meringkus tujuh terduga teroris dari dua jaringan berbahaya: Negara Islam Indonesia (NII) dan Ansharuh Daulah (pendukung ISIS).
Langkah pre-emptive strike (pencegahan dini) ini dilakukan untuk mematikan sel-sel teror sebelum mereka sempat meluncurkan aksinya pada momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
BACA JUGA:Siap-Siap Pesta! Sudirman-Thamrin Ditutup Total Mulai Jam 6 Sore untuk Malam Tahun Baru 2026
Perburuan dari Sumatera hingga Papua
Juru Bicara Densus 88, AKBP Mayndra Eka Wardhana, merinci bahwa penyisiran dilakukan secara serentak di berbagai titik di Indonesia:
- Jaringan NII: Dua petinggi organisasi diamankan di Sumatera Utara. Mereka ditengarai memiliki peran vital dalam struktur organisasi yang ingin merongrong kedaulatan negara.
- Sel ISIS (Ansharuh Daulah): Lima orang ditangkap di sebaran wilayah yang sangat luas, mulai dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Papua. Kelompok ini dikenal aktif menyebarkan propaganda "jihad" kekerasan melalui kanal digital.
Alarm Bahaya: Anak Dibawah Umur Jadi Sasaran Rekrutmen
Dalam rilis akhir tahun di Mabes Polri, Kabareskrim Polri Komjen Pol. Syahardiantono mengungkap fakta yang lebih mengkhawatirkan. Sepanjang 2025, terorisme tidak lagi hanya menyasar orang dewasa, tetapi mulai mencuci otak generasi muda.
Densus 88 mendeteksi 68 anak di 18 provinsi yang terpapar ideologi ekstrem, mulai dari radikalisme agama hingga paham neo-Nazi dan white supremacy.
Mirisnya, beberapa dari mereka telah menguasai cara pembuatan senjata berbahaya dengan target rekan sebaya di lingkungan sekolah.
BACA JUGA:Kecelakaan Lalu Lintas Menurun di 2025, Kakorlantas: 21.717 Korban Meninggal Dunia
Rapor Merah Terorisme yang Berhasil Dipatahkan
Sepanjang tahun 2025, kerja keras Densus 88 mencatatkan beberapa poin krusial bagi keamanan nasional:
Gagalkan 4 Plot Serangan: Empat rencana aksi pengeboman dan serangan dari kelompok Ansharuh Daulah berhasil digagalkan sebelum dieksekusi.
- Bongkar Rekrutmen Daring: Memutus rantai rekrutmen terorisme yang menyasar 110 anak di 23 provinsi.
- Sterilisasi Nataru: Penangkapan tujuh tersangka terakhir memastikan tidak ada celah bagi sel tidur (sleeper cells) untuk bergerak di akhir tahun.
Operasi ini menjadi pesan kuat bahwa negara hadir dan tidak akan membiarkan ideologi kekerasan tumbuh subur. Polri menegaskan bahwa penindakan dilakukan secara terukur dengan tetap mengedepankan keamanan masyarakat luas.
Malam pergantian tahun 2026 diharapkan dapat berlangsung khidmat dan ceria, berkat dedikasi para personel yang tetap berjaga di garis depan saat yang lain merayakan liburan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: