Minibus MBG Tabrak Siswa SD di Jakarta Utara, Korban Dibawa ke Dua Rumah Sakit
Salah satu korban yang ditabrak minibus MBG--
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Insiden mengerikan terjadi di SDN Kalibaru 01 Cilincing, Jakarta Utara, pada Kamis pagi.
Sebuah minibus pengangkut Makan Bergizi Gratis (MBG) menerobos pagar sekolah dan menabrak sejumlah siswa serta seorang guru yang sedang mengikuti kegiatan literasi pagi di halaman sekolah.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengungkapkan bahwa total 20 orang menjadi korban, yakni 19 siswa dan satu guru.
“Lima korban dibawa ke RS Koja, 14 orang ke RSUD Cilincing, dan satu korban lainnya sempat mendapat perawatan di Puskesmas Cilincing sebelum dipulangkan,” ujar Budi, Kamis.
BACA JUGA: Resmi Jadi Tersangka Kebakaran Maut Kemayoran, Dirut Terra Drone Indonesia Terancam 12 Tahun Penjara
Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sementara kondisi luka ringan maupun luka berat masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Kronologi: Minibus Tiba-Tiba Menerobos Pagar Sekolah
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendiz menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 06.39 WIB. Saat itu para siswa sedang berkumpul di lapangan untuk kegiatan literasi pagi.
“Tiba-tiba mobil minibus pengangkut MBG dengan nomor polisi B-2093-UIU masuk dan merangsek ke halaman sekolah, menabrak pagar dan mengenai siswa serta guru yang berada di lokasi,” kata Erick.
Akibat kejadian tersebut, 19 siswa dan satu guru dilarikan ke fasilitas kesehatan dengan beragam cedera. Detail kondisi korban tidak dijelaskan demi melindungi privasi para siswa yang masih berusia di bawah umur.
BACA JUGA:Farel, Bocah SD di Sigi yang Datang ke Sekolah Jam 03.00 WITA: Semangat Belajar yang Bikin Haru
Pemprov DKI Tanggung Seluruh Biaya Pengobatan
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan seluruh biaya perawatan korban akan ditanggung penuh. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan bahwa keluarga korban tidak perlu mengkhawatirkan biaya pengobatan.
“Pemprov DKI otomatis menjadi penanggung jawab. Kami sudah memastikan kepada pihak keluarga bahwa ini tidak perlu menjadi beban. Ini tanggung jawab kami,” ujar Rano seusai menjenguk korban di RSUD Koja.
Total 21 Korban Luka, Mayoritas Siswa Kelas 3
Berdasarkan pendataan, total terdapat 21 korban luka, terdiri dari:
- 11 siswa laki-laki
- 9 siswi perempuan
- 1 guru laki-laki
Semua korban selamat, meski lima di antaranya harus menjalani perawatan khusus, termasuk satu siswa yang mengalami luka pada bagian wajah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: