Video Viral Anggota DPRD Sungai Penuh Maki Pekerja Renovasi Pasar, Golkar Turun Tangan
Anggota DPRD Kota Sungai Penuh Jambi yang maki buruh bangunan--
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Sebuah video yang menampilkan aksi makian seorang anggota DPRD Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi, terhadap pekerja bangunan di Pasar Beringin viral di media sosial.
Insiden itu terjadi pada Minggu (19/10/2025) saat anggota dewan tersebut melakukan inspeksi ke lokasi renovasi pasar.
Dalam rekaman berdurasi singkat yang beredar, Fahrudin — kader Partai Golkar — terlihat berada di dalam bangunan tua bersama sejumlah orang lain.
Tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari dalam gedung, diduga reruntuhan material bangunan. Mendengar suara tersebut, Fahrudin tampak tersulut emosi.
BACA JUGA:Dukung Satu Tahun Pemerintahan, Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Melalui Transformasi
Ia langsung menghentikan obrolan dan menuju ke arah pekerja sambil melontarkan makian kasar, termasuk menyebut nama-nama hewan.
Video itu kemudian ramai dibagikan di berbagai platform media sosial dan memicu kecaman dari warganet.
Ketua DPD Partai Golkar Kota Sungai Penuh, Fikar Azami, menyatakan pihaknya telah mengeluarkan surat peringatan resmi kepada Fahrudin. Pihak fraksi juga akan memanggil yang bersangkutan untuk dimintai keterangan terkait insiden tersebut.
“Setiap kader Golkar, apalagi yang duduk di legislatif, wajib menjaga tutur kata dan sikap di hadapan masyarakat,” ujar Fikar dalam keterangan tertulis, Senin (20/10/2025).
BACA JUGA:BYD Tarik 115 Ribu Mobil Listriknya, Ini Penjelasan Resminya
Golkar menilai sikap arogan dan ucapan kasar yang dilontarkan tidak mencerminkan nilai partai. Surat teguran keras disampaikan melalui nomor 777 DPD.PG-SPN/X/2025. DPD Golkar juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya para pekerja yang tersinggung atas ucapan tersebut.
Usai viral, Fahrudin menyampaikan permintaan maaf yang dituangkan dalam berita acara resmi DPD Golkar Kota Sungai Penuh. Ia mengakui emosinya terpancing karena suara material kayu jatuh saat sedang berbincang.
“Kata-kata itu keluar spontan karena emosi. Saya memohon maaf, terutama kepada DPD Golkar Kota Sungai Penuh dan seluruh masyarakat atas perbuatan tersebut,” kata Fahrudin.
DPD Golkar menegaskan, insiden ini menjadi peringatan bagi seluruh kader untuk menjaga etika politik dan perilaku di lapangan. Langkah tegas akan kembali diambil jika masih ditemukan pelanggaran yang mencoreng citra partai.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: