Viral Penumpang KRL Tarik Paksa Topi Petugas di Manggarai, Nekat Terobos Gerbong Penuh

Viral Penumpang KRL Tarik Paksa Topi Petugas di Manggarai, Nekat Terobos Gerbong Penuh

Viral Penumpang KRL Tarik Paksa Topi Petugas di Manggarai, Nekat Terobos Gerbong Penuh--

radarpena.co.id - Jagat maya kembali geger oleh aksi tidak terpuji seorang penumpang perempuan di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, pada Selasa (7/4). Penumpang tersebut nekat merangsek masuk ke dalam gerbong Kereta Rel Listrik (KRL) yang sudah penuh sesak hingga terlibat keributan fisik dengan petugas pengamanan (PAM) KAI Commuter di peron.

Insiden yang terjadi tepat pada jam sibuk, sekitar pukul 08.00 WIB, tersebut terekam kamera warga dan viral secara luas. Dalam video tersebut, seorang wanita berkacamata mencoba menerobos masuk ke Kereta Khusus Wanita (KKW) saat pintu otomatis kereta hampir tertutup sempurna.

Ketegangan bermula saat petugas PAM berusaha mencegah wanita tersebut masuk demi alasan keselamatan. Petugas menilai kondisi di dalam gerbong sudah terlalu padat dan tidak memungkinkan untuk menampung tambahan orang. Namun, bukannya mengindahkan imbauan, penumpang tersebut justru terus memaksa masuk ke sela-sela pintu yang mulai merapat.

Tindakan gegabah ini mengakibatkan sensor pintu KRL terganggu, sehingga pintu gagal tertutup rapat. Akibatnya, jadwal keberangkatan kereta tertunda dan memicu potensi keterlambatan berantai pada rangkaian kereta lain di jalur yang sama.

BACA JUGA:Kronologi Karyawan Dipaksa Resign Karena Izin Cuti, Atasan Akhirnya Minta Maaf

BACA JUGA:Apakah KFC Produk Israel? Bongkar Fakta Mengejutkan di Balik Isu Boikot yang Bikin Geger!

Situasi semakin memanas ketika penumpang tersebut terlibat aksi saling tarik dengan petugas di bibir peron. Dalam puncak emosinya, sang wanita menarik topi petugas hingga terlepas dengan kasar. Menilai situasi kian tak terkendali dan membahayakan keselamatan operasional, petugas dibantu sejumlah penumpang lain akhirnya menarik paksa wanita tersebut menjauh dari gerbong agar kereta bisa segera diberangkatkan.

Pihak KAI Commuter segera mengeluarkan pernyataan resmi menanggapi insiden memalukan ini. Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, sangat menyayangkan perilaku anarkis penumpang terhadap petugas yang tengah menjalankan fungsi pengamanan.

Leza menegaskan bahwa pihaknya menempatkan keselamatan dan kenyamanan seluruh pengguna jasa sebagai prioritas tertinggi. Ia mengingatkan bahwa perilaku memaksakan diri masuk ke kereta yang penuh sangat berisiko fatal bagi individu maupun kelancaran sistem perjalanan kereta api secara keseluruhan.

"Kami mengimbau seluruh pengguna untuk selalu mengutamakan keselamatan. Jika kondisi kereta sudah penuh, mohon jangan memaksakan diri untuk masuk," ujar Leza tegas.

BACA JUGA:Hajatan Berdarah di Purwakarta: Tuan Rumah Tewas Dikeroyok Preman Akibat Uang Jatah

BACA JUGA:Said Didu Bongkar Anggaran EO Pemerintah Rp30 T: Tempat Korupsi Paling Aman!

Budaya Antre di Jam Sibuk: Kereta Tersedia Setiap 5-7 Menit

Operator KRL turut mengingatkan masyarakat bahwa frekuensi perjalanan di Stasiun Manggarai saat jam sibuk (rush hour) sebenarnya sangat tinggi. Rangkaian kereta tersedia setiap 5 hingga 7 menit sekali untuk melayani berbagai rute. Oleh karena itu, pengguna disarankan untuk lebih bersabar menunggu rangkaian berikutnya ketimbang melakukan tindakan nekat yang merugikan banyak pihak.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait