Basarnas Evakuasi 7 Santri Ponpes Al Khoziny, 2 Meninggal Dunia, Total Korban Jiwa 5 Santri

Basarnas Evakuasi 7 Santri Ponpes Al Khoziny, 2 Meninggal Dunia, Total Korban Jiwa 5 Santri

Bangunan Musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo yang ambruk-rafi adhi-ist

SIDOARJO, RADARPENA.CO.ID - Upaya dramatis penyelamatan dilakukan tim SAR gabungan saat mengevakuasi santri Pondok Pesantren Al Khoziny, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, yang terjebak di balik reruntuhan bangunan.

Direktur Operasi Basarnas, Yudhi Bramantyo, mengungkapkan bahwa proses evakuasi tidak mudah. Struktur bangunan yang rapuh membuat penggunaan alat berat berisiko menambah keruntuhan. 

Akhirnya, tim SAR terpaksa menggali jalur sempit dengan diameter hanya 60 sentimeter dan kedalaman sekitar 80 sentimeter.

“Personel harus merayap tengkurap selama tiga jam setiap shift agar bisa mencapai lokasi korban,” jelas Yudhi, Kamis (2/10/2025).

BACA JUGA:Update Ambruknya Musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, 3 Santri Meninggal, Puluhan Masih Terjebak di Reruntuhan

Hasil Operasi SAR: 18 Santri Dievakuasi

Hingga Rabu (1/10) malam, tim berhasil menemukan tujuh korban tambahan, sehingga total santri yang berhasil dievakuasi mencapai 18 orang.

Dari jumlah tersebut, lima orang selamat dan langsung dibawa ke RSUD Notopuro untuk mendapatkan perawatan medis. 

Sementara itu, dua korban meninggal dunia masih dalam proses identifikasi. Sehingga total korban jiwa runtuhnya Musala Ponpes Al Khoziny menjadi 5 santri.

Nama-nama korban selamat yang berhasil dikeluarkan antara lain:

Haikal Muhammad Wahyudi

  • Al Fatih
  • Putra
  • Rosi
  • dan satu santri lainnya yang juga masih menjalani perawatan.

BACA JUGA:Bangunan Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo Ambruk: 1 Santri Meninggal, 38 Masih dalam Pencarian

Yudhi menambahkan, tim menghadapi risiko tinggi akibat kondisi reruntuhan yang tidak stabil. Getaran kecil saja bisa memicu keruntuhan lanjutan.

“Karena itu, kami mengutamakan kehati-hatian agar keselamatan korban maupun petugas tetap terjaga,” ujarnya.

Operasi penyelamatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, PMI, hingga relawan lokal.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: