Update Ambruknya Musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, 3 Santri Meninggal, Puluhan Masih Terjebak di Reruntuhan

Update Ambruknya Musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, 3 Santri Meninggal, Puluhan Masih Terjebak di Reruntuhan

Bangunan Musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo yang ambruk-rafi adhi-ist

SIDOARJO, RADARPENA.CO.ID - Memasuki hari ketiga pasca-ambruknya musala tiga lantai di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, proses pencarian dan evakuasi para santri korban reruntuhan masih terus dilakukan pada Rabu, 1 Oktober 2025.

Musala yang masih dalam tahap pembangunan itu runtuh saat para santri tengah melaksanakan salat Asar berjemaah, menimbun puluhan orang di bawah material bangunan.

Hingga kini, jumlah pasti santri yang masih terjebak belum bisa dipastikan.

BACA JUGA:Bangunan Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo Ambruk: 1 Santri Meninggal, 38 Masih dalam Pencarian

SAR Surabaya melaporkan, berdasarkan data pihak pondok, ada 72 santri yang masih tertimbun hingga Selasa malam (30/9).

Namun, BNPB menyebutkan jumlah korban yang diduga tertimbun mencapai 91 orang, sesuai absensi resmi santri.

Perbedaan data tersebut membuat proses pendataan dan evakuasi harus dilakukan lebih hati-hati.

Korban Masih Memberikan Respons

Menurut Nanang Sigit, SAR Mission Coordinator (SMC), tim penyelamat masih menerima respons dari sejumlah korban yang terjebak.

BACA JUGA:BSI Bantu Evakuasi Musibah Pesantren di Jawa Timur

“Ada tujuh korban yang merespons panggilan tim SAR, tetapi akses menuju mereka masih tertutup material reruntuhan,” ujarnya.

Salah satu korban diketahui terjepit dalam posisi tertelungkup, sementara jasad seorang santri lain ditemukan dalam posisi bersujud. Enam korban lainnya berada di balik kolom tengah bangunan, yang saat ini masih berusaha ditembus tim evakuasi.

Untuk menjaga kondisi korban yang masih hidup, tim SAR terus menyalurkan oksigen, makanan, dan air minum melalui celah reruntuhan, sekaligus berkomunikasi secara verbal agar mereka tetap tenang dan sadar.

Jumlah Korban yang Telah Dievakuasi

BNPB mencatat, hingga Rabu pagi, 100 santri telah berhasil dievakuasi. Dari jumlah tersebut:

  • 70 orang sudah dipulangkan setelah menjalani perawatan ringan,
  • 26 orang masih dirawat intensif di rumah sakit,
  • 1 korban dirujuk ke Mojokerto,
  • 3 santri meninggal dunia setelah sebelumnya mendapat perawatan di RSUD Sidoarjo dan RSI Siti Hajar.

BACA JUGA:Tolak Program MBG, Wali Murid SDIT Al Izzah Serang: Itu Prioritas Buat Anak Kurang Mampu

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: