Dapat Kucuran Rp55 Triliun dari Pemerintah, Ini Langkah BRI untuk UMKM
BRI mendapat kucuran dana Rp55 triliun yang akan digunakan untuk pengembangan UMKM--BRI
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI resmi menerima kucuran dana segar sebesar Rp55 triliun dari total Rp200 triliun yang ditempatkan pemerintah ke empat bank Himbara.
Dana jumbo ini dipastikan akan difokuskan untuk memperkuat penyaluran kredit, terutama bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan bahwa penempatan dana pemerintah menjadi dorongan penting untuk memperluas akses pembiayaan UMKM.
“BRI menyambut positif penempatan dana pemerintah sebesar Rp55 triliun. Penempatan dana tersebut akan memperkuat likuiditas bank dalam penyaluran kredit, terutama di segmen UMKM,” kata Dhanny di Jakarta.
Meski mendapat tambahan likuiditas besar, BRI memastikan tetap menjalankan prinsip prudential banking (kehati-hatian) dan good corporate governance.
“BRI akan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, serta tata kelola yang baik dalam mengelola dana triliunan Rupiah ini,” tegas Dhanny.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah tidak memberi arahan khusus kepada bank Himbara penerima dana. Ia memberikan keleluasaan penuh bagi perbankan untuk menyalurkan dana tersebut ke sektor prioritas.
“Mereka kan orang-orang pintar, pada dasarnya saya suruh mereka berpikir sendiri. Dengan uang itu, harusnya mereka mulai berpikir,” ujar Purbaya.
Lebih lanjut, Menkeu menilai kucuran dana Rp200 triliun akan memberi dampak signifikan pada perekonomian, baik dari sisi demand maupun supply, termasuk berpotensi mendorong penurunan suku bunga.
BACA JUGA:QRIS dan BRIMO Permudah Transaksi UMKM, Pelaku Usaha Kopi Ini Rasakan Manfaatnya
“Saya paksa sistem bekerja dengan saya kasih bahan bakar,” tegasnya.
Dengan kucuran dana segar ini, BRI diyakini akan semakin agresif memperluas pembiayaan UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional.
Harapannya, langkah ini mampu mendukung percepatan pemulihan ekonomi Indonesia, sekaligus menjaga stabilitas sektor perbankan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: