Adexco 2025 Resmi Dibuka di Jakarta, BNPB Optimis Capai 7 Ribu Pengunjung
Doorstop BNPB dan Kemenko PMK usai berkeliling di pameran dan konferensi internasional Adexco 2025: The 4th Asia Disaster Management & Civil Protection Expo & Conference JIExpo, Jakarta pada Rabu, 10 September 2025.-Dimas Rafi-Disway Grup
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, menargetkan 7.000 pengunjung dalam gelaran internasional Adexco 2025: The 4th Asia Disaster Management & Civil Protection Expo & Conference.
Acara ini berlangsung di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran pada 10–13 September 2025.
“Tahun ini ditargetkan mencapai 7.000 orang, baik dari kalangan individu maupun instansi. Angka ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya sekitar 5.000 pengunjung,” ujar Suharyanto dalam pembukaan acara, Rabu (10/9/2025).
Inovasi Teknologi Kebencanaan Jadi Daya Tarik
Menurut Suharyanto, peningkatan target pengunjung tidak lepas dari hadirnya berbagai peralatan baru dalam pameran, mulai dari sistem peringatan dini, teknologi pemadaman kebakaran hutan, hingga perangkat penyelamatan modern.
“Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia semakin diakui sebagai pusat pembelajaran kebencanaan dunia,” jelasnya.
BACA JUGA:Mitos Bangun Siang Rezeki Dipatok Ayam, Benarkah atau Hanya Pepatah Jawa?
BACA JUGA:Paylater Jadi Aplikasi Favorit Gen-Z, Pakar UPNVJ Ingatkan Risikonya
Selain itu, Adexco 2025 juga menyoroti pengembangan ekosistem teknologi nirawak sebagai salah satu fokus utama konferensi.
Antisipasi Bencana di Masa Depan
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan, kegiatan ini menjadi ajang penting untuk mengantisipasi berbagai potensi bencana di Indonesia, mulai dari tsunami Aceh 2004, gempa Lombok dan Palu, banjir Jakarta, hingga kebakaran hutan di Sumatra.
“Setiap detik dalam bencana sangat berharga, oleh karena itu kecepatan dalam merespons dan mengembalikan kondisi menjadi hal yang utama,” jelas Pratikno.
Ia menambahkan, tantangan bencana ke depan semakin berat sehingga Indonesia dituntut tangguh dalam infrastruktur, tata kelola, teknologi, hingga sumber daya manusia.
Ajang Kolaborasi Global
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: