Paylater Jadi Aplikasi Favorit Gen-Z, Pakar UPNVJ Ingatkan Risikonya
Ilustrasi Paylater-Istimewa -
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Gaya hidup kekinian yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir membawa dampak signifikan terhadap pola konsumsi anak muda.
Kebutuhan untuk tampil modern, mengikuti tren fesyen, hingga memenuhi gaya hidup digital membuat generasi muda semakin akrab dengan sistem pembayaran Paylater.
Namun, di balik kemudahan yang ditawarkan, para ahli mengingatkan bahwa penggunaan Paylater secara berlebihan dapat memicu masalah finansial serius di masa depan.
Paylater Jadi Pilihan, Tapi Mengandung Risiko
Menurut Achmad Nur Hidayat, Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, penggunaan Paylater yang berulang dapat menimbulkan penumpukan pinjaman atau hutang.
“Biaya hidup yang terus meningkat, termasuk kebutuhan dasar seperti makanan, transportasi, dan pendidikan, mengurangi kemampuan anak muda untuk menabung. Inflasi dan ketidakstabilan harga membuat sebagian besar pendapatan habis untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari,” jelas Achmad.
Ia menambahkan, banyak anak muda bekerja di sektor informal dan ekonomi digital yang fleksibel, namun pendapatannya tidak stabil.
BACA JUGA:Prakiraan Cuaca Bandar Lampung Hari Ini, 11 September 2025: Waspada Potensi Hujan Petir Siang Hari
Hal ini membuat penggunaan Paylater berisiko tinggi jika tidak diiringi perencanaan keuangan yang matang.
Jangan Hanya Salahkan Gaya Hidup Konsumtif
Achmad menegaskan, menyalahkan gaya hidup konsumtif semata bukanlah langkah tepat.
Ia mendorong adanya solusi kolaboratif dari pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat untuk menciptakan kebijakan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, Achmad juga menambahkan bahwa masih banyak anak muda bekerja di sektor informal atau ekonomi digital yang fleksibel namun kurang stabil dari segi pendapatan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: