Bandung Mencekam! Kampus Unisba dan Unpas Diserang Polisi

Bandung Mencekam! Kampus Unisba dan Unpas Diserang Polisi

Tangkapan layar tembakan gas air mata aparat kepolisian ke Kampus Unisba--twitter

BANDUNG, RADARPENA.CO.ID Suasana mencekam terlihta di Bandung pada Senin 1 September 2025 malam. Aparat kepolisian merangsek masuk ke Kampus Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Universitas Pasundan (Unpas).

 

 

Berawal saat aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat pada Senin (1/9/2025) berakhir ricuh setelah aparat membubarkan massa sekitar pukul 18.30 WIB. 

Ketegangan bahkan berlangsung hingga tengah malam, meluas ke kawasan Gedung Sate dan Jalan Cilamaya.

 

Sebagian besar massa yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat berlarian mencari tempat aman. Banyak di antaranya mengevakuasi diri ke Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Universitas Pasundan (Unpas) di Jalan Tamansari.

BACA JUGA:PMJ Tangkap 1.240 Orang Terkait Demo Ricuh DPR: 22 Positif Narkoba, 10 Resmi Jadi Tersangka

 

Aparat Tembakan Gas Air Mata

 

Menurut keterangan Rosid, petugas keamanan Unpas, kampus menjadi salah satu lokasi evakuasi massa. Awalnya, mahasiswa hanya beristirahat di dalam kampus, namun suasana berubah mencekam saat aparat melakukan penyisiran hingga mendekati area kampus.

 

Ia menyebut, blokade jalan yang dipasang mahasiswa menggunakan kayu dan ban tidak mampu menghentikan laju aparat.

“Selepas itu, aparat melontarkan gas air mata, bukan hanya sekali, melainkan puluhan kali. Bahkan ada 40 tembakan,” ungkapnya, Selasa (2/9/2025).

 

Akibatnya, kepanikan terjadi. Mahasiswa berdesakan masuk lebih dalam ke area kampus, sementara gas air mata mengepul hingga membuat puluhan orang mengalami sesak napas. “Ada sekitar 12 mahasiswa pingsan karena gas air mata,” tambah Rosid.

BACA JUGA:Geger Beras Oplosan! Ternyata Begini Cara Bedakan yang Asli dan Palsu

 

Dipicu Serangan Molotov

 

Polda Jawa Barat membantah tuduhan bahwa aparat menembakkan gas air mata langsung ke dalam kampus. Menurut Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan, insiden itu dipicu oleh sekelompok orang berpakaian hitam yang diduga kelompok anarko.

 

“Kelompok ini lebih dulu menutup jalan di kawasan Tamansari dan melakukan provokasi dengan melempar bom molotov ke arah petugas serta kendaraan taktis Brimob,” jelas Hendra.

 

Ia menegaskan gas air mata ditembakkan ke arah jalan raya, bukan ke area kampus. “Jarak petugas sekitar 200 meter dari Unisba. Tembakan diarahkan ke jalan raya, namun karena angin, asap masuk ke area parkiran kampus. Hal ini dipelintir oleh kelompok anarko untuk memprovokasi mahasiswa,” ujarnya.

 

Setelah kelompok berpakaian hitam melarikan diri, patroli gabungan TNI/Polri melanjutkan pengamanan di sejumlah titik di Kota Bandung. Hendra menegaskan, tuduhan bahwa aparat menyerang lebih dulu tidak benar.

BACA JUGA:Helikopter BK117-D3 Diduga Jatuh di Mandin Damar, Ini Identitas 8 Penumpang yang Dibawa

 

“Justru patroli dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Jawa Barat,” katanya.

 

Hingga pukul 01.00 WIB, massa perlahan meninggalkan kawasan kampus, sementara situasi Kota Bandung kembali kondusif.

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: