Didesak Mundur dari Kapolri Usai Ojol Tewas, Ini Jawaban Jenderal Listyo Sigit

Didesak Mundur dari Kapolri Usai Ojol Tewas, Ini Jawaban Jenderal Listyo Sigit

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit memberi jawaban soal tuntutan mundur-Anisha-

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya angkat bicara terkait desakan publik agar dirinya mundur dari jabatan, setelah insiden tragis meninggalnya pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, yang diduga tewas dilindas kendaraan taktis (rantis) milik Brimob.

Dalam pernyataannya pada Minggu, 31 Agustus 2025, Listyo menegaskan bahwa pencopotan atau pengunduran dirinya merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.

"Terkait isu soal Kapolri, itu adalah hak prerogatif Presiden," ujar Listyo.

Sebagai pimpinan tertinggi di tubuh Polri, ia juga menyatakan kesiapannya mundur kapan pun bila diminta oleh kepala negara.

"Kami ini prajurit. Kapan saja siap," tambahnya dengan tegas.

BACA JUGA:Penampakan Sederet Bangkai Mobil Mewah Milik Sahroni Usai Aksi Pemjarahan di Rumahnya

"Kapolri wajib mundur, atau Presiden segera mencopot Sigit Listyo Prabowo sebagai Kapolri yang gagal mengubah watak represif Polri," ujarnya pada Jumat, 29 Agustus 2025.

Menanggapi insiden tersebut, Kapolri menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dan menyatakan sangat menyesali kejadian yang merenggut nyawa Affan.

"Saya sangat menyesali peristiwa ini, dan mohon maaf sebesar-besarnya atas insiden yang terjadi," kata Listyo.

BACA JUGA:Nafa Urbach Sudah 1 Minggu Tak Berada di Rumah

Ia mengaku telah memerintahkan jajarannya untuk segera mengambil langkah cepat, termasuk menginstruksikan:

Kapolda untuk mencari dan menangani korban

Tim medis dari Pusdokkes dan Karumkit Polri untuk membantu penanganan

Kadiv Propam turun langsung menangani kasus dan menindak lanjuti insiden.(anisha)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: