Penampakan Sederet Bangkai Mobil Mewah Milik Sahroni Usai Aksi Penjarahan di Rumahnya

Penampakan Sederet Bangkai Mobil Mewah Milik Sahroni Usai Aksi Penjarahan di Rumahnya

Ford Mustang milik Sahroni rusak parah--Candra

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID – Rumah anggota DPR RI Ahmad Sahroni yang berlokasi di Jalan Swasembada Timur XXII No. 52, Kebon Bawang, Tanjung Priok, mengalami penjarahan besar-besaran oleh massa, pada Sabtu, 30 Agustus 2025.

Aksi penjarahan ini mengakibatkan kerugian besar, mulai dari uang tunai dalam mata uang dolar Singapura, peralatan rumah tangga, hingga mobil-mobil mewah koleksi pribadi politisi yang dikenal sebagai “Crazy Rich Tanjung Priok” tersebut.

Rumah Dirusak, Barang Mewah Dijarah

Berdasarkan pantauan di lokasi, situasi sangat mencekam. Massa merusak kaca, mencoret tembok, memutus aliran listrik, dan menjadikan rumah tersebut nyaris seperti rumah kosong tak berpenghuni.

BACA JUGA:Nafa Urbach Sudah 1 Minggu Tak Berada di Rumah

Beberapa barang yang dijarah massa antara lain:

  • Uang tunai (dolar Singapura)
  • Kulkas, treadmill, dan kandang burung
  • Jam tangan & peralatan rumah tangga lainnya

Mobil Mewah Ringsek Tak Berbentuk

Tak hanya barang di dalam rumah, garasi Ahmad Sahroni pun tak luput dari sasaran.

Setidaknya lima unit mobil mewah dilaporkan dihancurkan massa, termasuk:

  • Ford Mustang klasik (1964–1973)
  • Porsche 356 A merah
  • Sedan Tesla
  • Mobil Lexus

Mobil-mobil tersebut mengalami kerusakan parah, mulai dari kaca pecah, pintu copot, hingga bodi ringsek akibat diinjak-injak dan dirusak secara brutal.

BACA JUGA:MRT Jakarta Beroperasi Normal, Stasiun Istora Mandiri Ditutup Tak Layani Penumpang

Pejabat & Warga Setempat: "Bukan Warga Kami"

Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, menyatakan bahwa pelaku penjarahan bukan berasal dari lingkungan sekitar rumah Sahroni.

Ia menegaskan warga Kebon Bawang dikenal guyub dan tidak mungkin menjarah rumah tetangganya sendiri.

“Gak mungkin juga kita makan barang tetangga. Ini kan deket semua, guyup,” ujarnya.

Ketua RT setempat, Yuridisman, turut membenarkan bahwa massa yang menyerang rumah tersebut mayoritas berasal dari luar daerah, dan sebagian besar tampak masih remaja usia sekolah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: