Terungkap! Penyebab Kematian Diplomat Kemlu Arya Daru, Ini Deretan Fakta-Faktanya

Terungkap! Penyebab Kematian Diplomat Kemlu Arya Daru, Ini Deretan Fakta-Faktanya

Arya Daru Pangayunan--ist

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID – Misteri kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri, Arya Daru Pangayunan (ADP), mulai terkuak.

Polda Metro Jaya akhirnya mengungkap hasil autopsi dan penyelidikan mendalam terkait kasus yang sempat menggemparkan publik tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra, mengungkap bahwa hasil autopsi menunjukkan korban meninggal akibat gangguan pertukaran oksigen di saluran pernapasan atas, yang menyebabkan sesak hingga berujung kematian.

BACA JUGA:Sejarah Taman Puring Sebelum Terkenal Lokasi Perdagangan Jakarta, Sempat Terbakar Tahun 2022

"Pemeriksaan luar ditemukan luka lecet di wajah dan leher, luka terbuka di bibir, memar di wajah serta tangan kanan, dan tanda perbendungan," ujarnya, Selasa (29/7/2025).

Pemeriksaan dalam juga mengungkap adanya darah encer, lendir dan busa di batang tenggorok, serta sembab di paru-paru. Namun, tidak ditemukan zat beracun atau unsur kimia berbahaya dalam tubuh korban.

Tak Ada Unsur Pidana

Setelah menggandeng sejumlah ahli, penyidik menyimpulkan tidak ditemukan unsur pidana dalam kasus ini. "Kami simpulkan belum ditemukan adanya peristiwa pidana terhadap korban," jelas Kombes Wira.

Temuan ini diperkuat oleh hasil identifikasi sidik jari yang dilakukan oleh tim gabungan dari Polres, Polda, dan Pusident Polri.

Aipda Sigit Kusdiyanto menyebut, sidik jari yang ditemukan pada lakban yang melilit kepala korban ternyata milik ADP sendiri.

"Berdasarkan pembandingan 12 titik identifikasi sidik jari, dipastikan itu milik korban," tegasnya.

BACA JUGA:Presiden Prabowo Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Ekonom Senior Kwik Kian Gie

Sementara itu, Kompol Irfan Rofik dari Puslabfor Bareskrim Polri menyebut tak ditemukan bercak darah, cairan tubuh, maupun DNA orang lain di kamar tempat korban ditemukan.

"Dari 13 barang bukti yang diperiksa, hanya satu yang mengandung DNA korban, yakni sisa gulungan lakban kuning," katanya.

Barang bukti lainnya seperti ponsel, laptop, flashdisk, gelas kaca, sabun mandi, serta alat kontrasepsi dan pelumas juga diamankan untuk didalami.

Buku dan CCTV Jadi Kunci Penelusuran

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: