Lokasi Bangkai KMP Tunu Pratama Ditemukan di Dasar Laut Selat Bali
Bangkai KMP Tunu Pratama ditemukan--
BANYUWANGI, RADARPENA.CO.ID – Harapan akan titik terang dalam tragedi tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya mulai terlihat.
Tim SAR gabungan akhirnya menemukan lokasi bangkai kapal di dasar laut Selat Bali pada kedalaman 40 hingga 60 meter, Sabtu (5/7).
Penemuan ini menjadi perkembangan penting dalam proses pencarian korban kapal yang tenggelam sejak Rabu, 2 Juli 2025, saat sedang menyeberang dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi ke Gilimanuk, Bali.
BACA JUGA:Dana Rp392 Juta Raib di Rekening, Nasabah Gugat Bank OCBC NISP ke Pengadilan
Lokasi Bergeser 800 Meter dari Titik Awal
Menurut keterangan resmi dari Komandan Gugus Tempur Laut Koarmada II Surabaya, Laksamana Pertama TNI Endra Hartono, bangkai kapal ditemukan telah bergeser sekitar 800 meter dari lokasi awal tenggelamnya kapal.
"Tim survei dari Dinas Navigasi Kemenhub mendeteksi objek yang diyakini bangkai KMP Tunu Pratama di dasar laut. Koordinatnya bergeser sekitar 800 meter akibat arus laut kuat di Selat Bali," ujar Endra dalam konferensi pers, Minggu (6/7).
Di hari keempat pencarian, satu jenazah tambahan berhasil ditemukan, menambah jumlah korban meninggal menjadi 7 orang, sementara 30 penumpang dinyatakan selamat dan 28 lainnya masih dalam pencarian.
Jenazah terbaru ditemukan oleh KRI Pulau Fanildo sekitar pukul 10.41 WIB, sekitar 6 mil laut dari lokasi tenggelam.
Evakuasi dilakukan oleh KRI Tongkol, dan jenazah kemudian dibawa ke RSUD Blambangan, Banyuwangi, untuk proses identifikasi.
BACA JUGA:Heboh! Mobil Listrik Wuling Air ev Terbakar di Bandung, Wuling Motors Buka Suara
"Korban ditemukan dalam kondisi tengkurap mengenakan kaos biru navy dan celana pendek. Identitasnya masih dalam proses," jelas Endra.
Fakta Singkat KMP Tunu Pratama Jaya
- Tanggal tenggelam: Rabu, 2 Juli 2025
- Jumlah penumpang: 53 orang
- Anak buah kapal (ABK): 12 orang
- Muatan: 22 unit kendaraan
- Korban meninggal: 7 orang
- Korban selamat: 30 orang
- Masih dalam pencarian: 28 orang
Tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI AL, Basarnas, Dinas Navigasi, dan sejumlah unsur relawan terus melanjutkan upaya pencarian.
BACA JUGA:KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam, Ini Kesaksian Penumpang Selamat
Cuaca yang relatif bersahabat dan teknologi bawah laut seperti drone laut dan sonar digunakan untuk mempercepat proses evakuasi korban serta pengangkatan bangkai kapal.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: