KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam, Ini Kesaksian Penumpang Selamat
Tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya menambah daftar panjang kecelakaan laut di Indonesia yang disebabkan oleh faktor teknis dan cuaca ekstrem--
Radarpena.disway.id, Banyuwangi – Tragedi laut kembali mengguncang perairan Indonesia. Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya dilaporkan tenggelam di Selat Bali pada Rabu malam, 2 Juli 2025, sekitar pukul 23.35 WIB, tak lama setelah berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Gilimanuk, Bali.
Kronologi Singkat Kejadian
KMP Tunu Pratama Jaya diketahui membawa 53 penumpang, 12 kru kapal, dan 22 kendaraan, termasuk 14 truk. Kapal berangkat dari Pelabuhan Ketapang pada pukul 22.56 WIB, namun baru sekitar 30 menit berlayar, kapal mengalami kebocoran di ruang mesin yang menyebabkan pemadaman total (blackout) dan akhirnya terbalik dan tenggelam.
BACA JUGA:KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali: 4 Tewas dan Puluhan Penumpang Dievakuasi
BACA JUGA:Video Momen Mengerikan Kapal Wisata Tenggelam di Pulau Tikus Bengkulu, 7 Orang Tewas
Proses Evakuasi dan Jumlah Korban
Tim gabungan dari Basarnas, TNI AL, Polairud, dan Kementerian Perhubungan langsung dikerahkan ke lokasi kejadian. Hingga Kamis pagi (3/7), proses evakuasi telah menyelamatkan 29 orang. Sementara itu, 4 jenazah telah ditemukan, dan lebih dari 30 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Komandan Basarnas Bali menyebutkan bahwa proses pencarian terhambat oleh arus laut yang deras dan cuaca malam yang buruk. “Kami akan melanjutkan operasi SAR hingga seluruh korban ditemukan,” ujarnya.
Kondisi Kapal
KMP Tunu Pratama Jaya diketahui merupakan kapal buatan tahun 2010 dengan panjang 63 meter dan kapasitas angkut sekitar 46 kendaraan. Menurut Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungwangi, kapal tersebut dinyatakan layak berlayar dan memiliki dokumen pelayaran yang masih berlaku.
Namun, penyebab kebocoran mesin dan hilangnya kontrol kapal masih dalam penyelidikan. Kementerian Perhubungan menyatakan akan melakukan audit menyeluruh terhadap manajemen kapal dan standar keselamatan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: