Soal Surat Istri Perjalanan ke Eropa, Ini Penjelasan Menteri UMKM Maman Abdurrahman
Menteri UMKM Maman Abdurrahman -anisha aprilia-radarpena.co.id Disway group
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman akhirnya buka suara terkait polemik surat berkop Kementerian UMKM yang viral dan menyebut nama istrinya, Agustina Hastarini (Tina Astari), dalam kunjungan ke sejumlah negara di Eropa.
Ditegaskan oleh Maman, tidak ada satu rupiah pun uang negara yang digunakan untuk mendanai perjalanan istrinya tersebut.
Penegasan itu disampaikan langsung oleh Maman usai bertemu dengan Deputi Informasi dan Data Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Eko Marjono, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (4/7).
BACA JUGA:Profil Agustina Hastarini, Istri Menteri UMKM yang Viral karena Proposal Perjalanan Dinas ke Eropa
"Saya sampaikan satu rupiah pun tidak ada dari uang negara. Satu rupiah pun tidak ada uang dari pihak lainnya," ujar Maman.
Dalam keterangannya, Maman menjelaskan bahwa seluruh pengeluaran perjalanan istri ke Eropa mulai dari:
- Pembelian tiket pesawat
- Uang makan dan katering
- Sewa kendaraan
- Hotel dan akomodasi, semuanya ditanggung langsung oleh rekening pribadi sang istri, bahkan pembayarannya sudah dilakukan sejak Mei 2025.
"Dokumen pembayaran kami serahkan. Itu semua dibayar dari rekening istri saya. Tidak ada sedikit pun niat dari kami untuk menggunakan fasilitas negara atau pihak mana pun," tegas Maman.
Polemik mencuat usai beredarnya surat dengan kop resmi Kementerian UMKM yang meminta dukungan dari Kedutaan Besar RI di sejumlah kota Eropa, antara lain Sofia, Brussel, Paris, Bern, Roma, Den Haag, serta KJRI di Istanbul, dalam rangka kegiatan istri Menteri UMKM.
BACA JUGA:Jangan Asal Keringkan! Begini Cara Pakai Handuk yang Benar agar Kulit Tetap Sehat
Meski dalam surat tersebut disebutkan bahwa kunjungan dilakukan dalam "misi budaya", banyak warganet mempertanyakan urgensi, status hukum istri menteri, dan apakah perjalanan tersebut memang layak mendapat dukungan negara.
Maman datang ke KPK dengan inisiatif pribadi, membawa dokumen untuk menjernihkan tuduhan dan mengakhiri polemik yang menyeret nama keluarga.
Ia tiba menggunakan mobil dinas berpelat RI 27 sekitar pukul 15.05 WIB, dan meninggalkan Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 16.02 WIB.
"Ini menyangkut harga diri saya. Saya harap teman-teman media bisa menyampaikan klarifikasi ini secara adil," kata Maman.
Sebelumnya, surat tersebut telah memicu perdebatan sengit di media sosial. Sejumlah warganet mempertanyakan:
- Apakah istri pejabat boleh meminta fasilitas diplomatik untuk kunjungan pribadi?
- Apakah ada transparansi dana dalam perjalanan tersebut?
- Dan bagaimana dengan komitmen efisiensi anggaran yang kerap digaungkan pemerintah?
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: