Nelayan Terombang-ambing di Perairan Kepulauan Seribu, Damkar Jakut Langsung Evakuasi

Nelayan Terombang-ambing di Perairan Kepulauan Seribu, Damkar Jakut Langsung Evakuasi

Nelayan Terombang-ambing di Perairan Kepulauan Seribu-Istimewa-

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Seorang nelayan bernama Haerudin berhasil diselamatkan setelah terombang-ambing di perairan Kepulauan Seribu akibat mesin kapalnya mati.

Insiden terjadi pada Minggu malam, 22 Juni 2025, di sekitar Pulau Tikus, dan menjadi perhatian warga setempat hingga akhirnya dilaporkan ke pihak berwenang.

Kapal Rusak, Nelayan Terseret Arus Seorang Diri

Haerudin, yang diketahui melaut seorang diri, mengalami nasib nahas saat mesin kapalnya mengalami kerusakan. Akibatnya, ia tidak bisa mengendalikan arah dan terbawa arus laut yang cukup kuat di wilayah sekitar Pulau Tikus, Kepulauan Seribu.

Mendapat laporan dari warga, Tim Damkar Jakarta Utara melalui Pos Pemadam Pulau Pari segera bergerak cepat.

“Setelah menerima laporan dari warga, tim dari Pos Damkar Pulau Pari mengerahkan satu unit rescue boat bersama empat personel ke lokasi untuk melakukan pencarian,” ujar Kasi Operasi Damkar Jakarta Utara, Gatot, pada Senin (23/6/2025).

BACA JUGA:Viral! Pria Tega Pukul Ibu Kandung di Bekasi, Terancam UU PKDRT

BACA JUGA:Tafsir Mimpi Bertemu Orang yang Sudah Meninggal Menurut Primbon Jawa, Ini Arti dan Pertandanya

Proses Pencarian Diperluas ke Pulau Payung

Tim penyelamat memusatkan pencarian di sekitar Pulau Tikus, kemudian memperluas area ke arah Pulau Payung. Setelah menyisir beberapa jam di lautan, tim akhirnya menemukan kapal Haerudin dalam kondisi terombang-ambing di tengah laut.

"Tim kemudian menggandeng kapalnya ke daratan terdekat di Pulau Burung, dan Haerudin dapat kembali ke rumahnya dengan selamat," ujarnya.

Diselamatkan dan Dikawal Pulang ke Rumah

Petugas kemudian menggandeng kapal Haerudin menuju daratan terdekat di Pulau Burung. Setelah memastikan kondisinya stabil dan tidak mengalami cedera serius, nelayan tersebut dipastikan kembali ke rumah dengan selamat.

Insiden ini menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan rutin mesin kapal sebelum berlayar, serta perlunya komunikasi darurat yang dapat digunakan saat melaut sendirian.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait