Bak Harta Karun, Kisah Pulau penuh Uang Receh di Kepulauan Seribu

Bak Harta Karun, Kisah Pulau penuh Uang Receh di Kepulauan Seribu

Pelayanan Teras BRI di Kepulauan Seribu --

Radarpena.co.id, Jakarta - Pulau Tidung adalah satu dari 5 pulau yang jadi rute pelayanan Teras BRI Kapal di Kepulauan Seribu. Pulau wisata ini memang beda dari yang lain.

Saat itu hari Kamis (10/4) jadwal layanan rutin di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, tepat di minggu setelah Hari Raya Idul Fitri. Kapal bersandar sejak pagi, satu dua nasabah datang dengan permintaan layanan setor tunai, pelunasan pinjaman atau membuka rekening baru. Yang paling menarik di Pulau Tidung adalah setoran tunainya.

 

Seorang bapak datang bersama putrinya yang berusia 4 tahun bernama Labika. Ia adalah Abu Bakar (41), seorang pemadam kebakaran yang memiliki usaha sampingan membuka warung. Menggunakan kantong plastik hitam, uang berjumlah Rp 9,6 juta bertumpuk rapi dalam berbagai pecahan.

"Ini pasca Hari Raya, omzet bisa Rp 5-6 juta untuk dua hari lebaran. Kebanyakan wisatawan beli air mineral," katanya sambil merapikan uang yg hendak diserahkan ke teller.

BACA JUGA:Dorong Ekonomi Kerakyatan, BRI Salurkan KUR Senilai Rp42,23 Triliun Hingga Akhir Maret 2025

Teller Teras BRI Kapal, Rifqi Zulhimi (23) tampak cekatan menghitung uang-uang receh yang dibawa oleh Bapak Abu Bakar. Uang itu dilihat kelayakannya dan dihitung beberapa kali dengan mesin hitung.

Bapak Abu Bakar mengaku baru setahun jadi nasabah BRI, namun kemudahan yg didapat membuatnya semakin yakin dengan pilihannya. Ia bisa dengan mudah setor tunai setiap minggu dengan nominal yang besar. Tak perlu khawatir dengan pelayaran panjang ke daratan atau pencurian dalam perjalanan.

BACA JUGA:1,2 Juta AgenBRILink Jangkau 88% Wilayah Indonesia, BRI Hadirkan Layanan Keuangan Hingga ke Pelosok Negeri

Selain Bapak Abu Bakar, ada juga seorang wirausaha bernama Charisma. Berdarah Minang, pria tersebut membawa gepokan uang yang lebih banyak.

Saat uang dikeluarkan, saya agak takjub. Uang dengan pecahan lengkap dari Rp 1.000- Rp 100.000 diikat dengan karet. Totalnya Rp 18 juta.

"Kalau uang receh enak setor ke BRI, soalnya ada teras kapal. Kalau setor tunai ATM lain enggak bisa receh," jelasnya singkat.

BACA JUGA:Hari Ini, Pemegang Saham BBRI Panen Dividen Final Senilai Rp31,4 Triliun

Ia bercerita bahwa uang-uang tersebut hasil usaha yang dibuka di rumah. Uang-uang receh disatukan sesuai nominal setiap hari, jadi sesampainya di kapal terapung, setoran bisa dilakukan dengan lebih cepat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait