Balita di Bima Kehilangan Tangan Diduga Akibat Malpraktik, Penampakan Sang Ibu Histeris
Marliana, ibunda Arumi menangis histeris--
BIMA, RADARPENA.CO.ID – Tragedi memilukan menimpa Arumi Aghnia Azkayra, balita perempuan berusia 1,4 tahun asal Desa Tambe, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.
Putri kedua dari pasangan Andika Putra dan Marliana ini harus kehilangan tangan kanannya setelah mengalami infeksi parah yang diduga kuat akibat malpraktik tenaga kesehatan di Puskesmas Bolo.
Peristiwa tragis ini bermula pada 10 April 2025, saat Arumi mengalami demam dan muntah lalu dibawa ke IGD Puskesmas Bolo.
Di sana, ia langsung dipasangi infus di tangan kanan oleh perawat. Namun, hanya dalam tiga hari, tangan Arumi membengkak hebat.
BACA JUGA:Tok! ASN Kini Boleh Kerja dari Rumah atau Kantor
“Saya sudah sampaikan ke perawat bahwa anak saya pembengkakan parah, tapi dianggap cuma tembem akibat plester terlalu kencang,” tutur Marliana, ibunda Arumi, yang juga berprofesi sebagai bidan, dalam audiensi di RSUP NTB, Senin (16/6/2025).
Arumi Diamputasi
Karena tak ada tindakan serius, kondisi Arumi makin memburuk. Ia pun dirujuk berjenjang dari Puskesmas Bolo ke RSUD Sondosia, lalu ke RSUD Kabupaten Bima. Namun, infeksi terus menyebar hingga jari-jarinya menghitam dan kaku.
Akhirnya, pada 19 April, Arumi dirujuk ke RSUP NTB di Mataram. Di sana, dokter memutuskan melakukan amputasi tangan kanan pada 12 Mei 2025, setelah mendapat persetujuan dari keluarga.
“Tangan anak saya sudah tidak bisa diselamatkan. Ini benar-benar menyayat hati. Dia kehilangan masa depan karena kelalaian sistem,” tegas Marliana dengan suara bergetar.
BACA JUGA:Food Vlogger tidak etis Nilai Lesehan Bu Gendut Blok M Mahal?
Keluarga Arumi bersama tim kuasa hukum telah melaporkan dugaan malpraktik ke Polres Bima pada 21 April 2025. Laporan ini kini ditangani oleh Unit Tipidter (Tindak Pidana Tertentu).
Selain itu, pengaduan resmi juga telah disampaikan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, agar ada evaluasi sistem kesehatan dan tindakan tegas kepada tenaga medis yang diduga lalai.
Respon Dinkes NTB
Pada 16 Juni 2025, Dinas Kesehatan Provinsi NTB mempertemukan keluarga Arumi dengan perwakilan dari Puskesmas Bolo, RSUD Sondosia, dan RSUD Kabupaten Bima.
Pertemuan ini difasilitasi untuk mencari solusi secara kekeluargaan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: