Densus 88 Turun Tangan Usut Ancaman Bom Pesawat Saudi Airlines yang Angkut 442 Jemaah Haji Indonesia

Densus 88 Turun Tangan Usut Ancaman Bom Pesawat Saudi Airlines yang Angkut 442 Jemaah Haji Indonesia

Pesawat Saudi Airlines yang membawa 442 jemaah haji Indonesia mendarat darurat di Bandara Kualanamu Medan karena diancam bom--ist

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID – Detasemen Khusus 88 Anti-Teror (Densus 88 AT) Polri tengah menyelidiki insiden ancaman bom yang ditujukan kepada pesawat milik Saudi Airlines yang mengangkut sebanyak 442 jemaah haji.

Ancaman ini diterima melalui email dan langsung direspons dengan langkah cepat dan terukur oleh aparat keamanan.

Juru Bicara Densus 88 AT Polri, AKBP Mayndra Eka Wardhana, menyampaikan bahwa pihaknya langsung melakukan pengembangan investigasi dan koordinasi lintas wilayah serta lembaga untuk memastikan situasi tetap terkendali.

BACA JUGA:3 Pelaku Penembakan WNA Australia di Bali Ditangkap, 1 Diamankan di Jakarta

“Kami melakukan pengembangan dan koordinasi dengan wilayah Polda dan stakeholder lain untuk memastikan ancaman ini tidak berkembang menjadi sesuatu yang lebih besar,” ujarnya kepada awak media, Rabu (18/6/2025).

Mengingat pesawat yang menjadi sasaran merupakan aset milik Kerajaan Arab Saudi, Densus 88 juga menjalin kerja sama dengan otoritas keamanan Saudi.

Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi potensi ancaman lintas negara dan menjamin keamanan bersama.

“Kami langsung bergerak cepat, baik di wilayah Jakarta maupun Sumatra, untuk mereduksi dan menganalisis skenario terburuk atas ancaman tersebut,” lanjut Mayndra.

Sebelumnya, pesawat Saudi Airlines yang membawa 442 jemaah haji melakukan pendaratan darurat setelah co-pilot menerima pesan yang berisi ancaman bom.

Hingga kini, belum diketahui pasti melalui saluran komunikasi apa ancaman tersebut dikirimkan.

BACA JUGA:Video Viral Mahasiswi Jilbab Hitam: Check in 7 menit

Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Ferry Walintukan, mengatakan bahwa seluruh penumpang dan kru pesawat selamat dan saat ini dalam proses screening dan pemeriksaan intensif.

“Tidak ada korban jiwa, dan kondisi pesawat serta penumpang dalam keadaan aman. Seluruh penumpang sedang menjalani screening untuk memastikan tidak ada bahan berbahaya di dalam pesawat,” ungkap Ferry.

Motif Masih Diselidiki

Hingga kini, pihak kepolisian masih menyelidiki siapa pelaku di balik ancaman tersebut dan apa motif utamanya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait