Heboh! Tebus Daging Kurban Rp15 Ribu di Bantargebang, Begini Klarifikasi Panitia

Heboh! Tebus Daging Kurban Rp15 Ribu di Bantargebang, Begini Klarifikasi Panitia

Tangkapan layar permintaan maaf dan warga yang menebus daging kurban--

BEKASI, RADARPENA.CO.ID – Sebuah video yang memperlihatkan warga diminta membayar Rp15.000 untuk menebus daging kurban di Cikiwul, Bantargebang, Bekasi, viral di media sosial dan memancing reaksi publik.

Banyak yang menyayangkan praktik pungutan ini, mengingat daging kurban seharusnya dibagikan secara cuma-cuma kepada warga yang membutuhkan.

Namun, Kapolsek Bantargebang, Kompol Sukadi, memastikan bahwa persoalan tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan dan musyawarah antara panitia dan warga.

BACA JUGA:Tragis! Pria di Ciputat Tewas Tertabrak Kereta Parung–Tanah Abang, Terseret 100 Meter

Ia menegaskan bahwa tidak ada unsur pemaksaan, dan pihak panitia telah memberikan klarifikasi secara terbuka.

Klarifikasi Panitia: Demi Biaya Operasional

Dalam video klarifikasi yang dibagikan ke publik, salah satu panitia kurban, Tarmin, menjelaskan bahwa inisiatif pengadaan hewan kurban di wilayahnya datang dari keprihatinan terhadap para pemulung yang kerap tidak mendapatkan bagian daging saat Idul Adha.

Tarmin berhasil mengupayakan tiga ekor sapi—satu dari donatur yang tidak ingin disebutkan namanya, dan dua dari hasil patungan bersama keluarga.

Namun, karena donatur hanya memberikan hewan tanpa dana operasional, panitia sepakat meminta kontribusi sukarela sebesar Rp15.000 dari warga penerima daging, khusus untuk menutupi biaya penyembelihan, tenaga kerja, dan konsumsi panitia.

“Kami mendapatkan sapi, tapi tidak mendapatkan bantuan uang. Tujuan dari pemberian sapi ini agar saudara-saudara kami, terutama para pemulung, bisa ikut merasakan nikmatnya daging kurban,” jelas Tarmin.

BACA JUGA:TEMPAT TERKUTUK! Penelusuran Horor Sara Wijayanto dan Tim DMS di Pabrik Gula Gempol Cirebon

Tidak Wajib & Sudah Diselesaikan

Panitia juga menegaskan bahwa tidak semua warga dimintai uang, dan kontribusi tersebut bersifat sukarela.

Meski demikian, Tarmin mengakui bahwa ada kekeliruan dalam penyampaian teknis dan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak, termasuk aparatur pemerintah dan warga yang merasa dirugikan.

“Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada semua pihak, terutama kepada RT, RW, camat, dan wali kota Bekasi. Ini akan jadi pelajaran bagi kami ke depannya,” ucap Tarmin.

Video yang pertama kali diunggah akun Instagram @feedgramindo memperlihatkan ibu-ibu yang membawa kantong daging kurban dan mengaku membayar Rp15.000 per kantong. Unggahan tersebut langsung ramai diperbincangkan dan menuai beragam komentar.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: