DESAKU MAJU, Pacu Pertumbuhan Ekonomi Lampung yang Inklusif, Mandiri dan Inovatif
Ardiansyah—dok.ist --
Ada 5 sasaran utama program Desaku Maju ini. Yakni;
- Adanya jaminan ketersediaan dan kemudahan dalam mendapatkan pupuk dengan memberikan edukasi dan fasilitasi agar petani bisa menghasilkan dan memanfaatkan pupuk organik cair (POC).
Pupuk jenis ini terbukti lebih ekonomis dan dapat meningkatkan kualitas lahan pertanian dalam jangka panjang.
Melalui program ini, dinas pertanian tanaman pangan, membantu petani melalui gapoktan agar bisa mendapatkan pengetahuan melalui lembaga pendamping terkait POC. Yakni, berupa penyediaan fasilitas dan peralatan.
Melalui bantuan itu diharapkan dalam kurun waktu tertentu petani bisa memproduksi sendiri POC. Setidaknya dapat digunakan sebagai penambah kesuburan lahan pertaniannya. - Hibah dryer sebanyak 24 unit kepada gapoktan untuk membantu para petani menghadapi pasca panen. Selama ini petani, terutama petani padi tidak memiliki daya tawar dan tidak mendapatkan nilai tambah terhadap hasil pertaniannya. Akibatnya, petani terpaksa menjual hasil panennya dengan harga murah terlebih saat panen raya.
Dengan adanya dryer, petani diharapkan punya daya saing. Setidaknya, sudah bisa menjual dalam bentuk Gabah Kering Giling. Dan bisa menjualnya saat harga lagi naik. - program Desaku Maju juga memberikan vokasi dan edukasi kepada masyarakat terkait tekhnologi pertanian. Warga desa diberikan skil pengetahuan terkait perbaikan alat pertanian dan pengetahuan pendukung lainnya.
Keterampilan ini dinilai penting mengingat banyaknya alat-alat pertanian, terutama yang berasal dari bantuan pemerintah, pemanfaatannya tidak bisa bertahan lama akibat para petani tidak diberikan keterampilan memperbaiki alat rusak itu. Sementara ketergantungan pada pihak lain menimbulkan biaya tinggi. - Perbaikan infrastruktur, terutama infrastruktur jalan yang menghubungkan sentra-sentra pertanian.
Salah satu yang menimbulkan biaya tinggi bagi petani adalah tingginya biaya transportasi. Karena kondisi jalan yang rusak menyebabkan biaya angkutan hasil panen menjadi lebih mahal.
Karenanya, program Desaku Maju juga menyasar perbaikan jalan desa yang langsung pada akses lahan pertanian. - Selain itu, program Desaku Maju juga memberikan pelatihan dan pendampingan untuk memperkuat Lembaga usaha desa, seperti Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).
Melalui penguatan ini, Bumdes atau Lembaga usaha desa lainnya seperti koperasi, dapat menjadi penggerak ekonomi di desa setempat. Bumdes akan ditopang dan didukung untuk menjadi badan usaha yang profesional dengan telah memanfaatkan teknologi digital. Bahkan, Bumdes juga didorong menjadi agen lembaga keuangan perbankan.
Melihat keterpaduan itu dan koloborasi dengan stakeholder lainnya, Program Desaku Maju memberikan harapan baru untuk kemajuan Lampung kedepan.
Namun, program ini tentu membutuhkan keseriusan yang berkesinambungan agar tak layu sebelum berkembang seperti program sebelumnya yang juga berbasis desa.
Selain itu dalam 100 hari kerjanya, telah cukup banyak yang dilakukan RMD-Jihan. Seperti perbaikan ruas jalan poros di beberapa kabupaten.
BACA JUGA:
- Bikin Sedih! Pemerintah Batalkan Diskon Tarif Listrik 50 Persen
- Nadiem Makarim Jadi DPO Kejagung Kasus Chromebook? Ini Penjelasan Resmi Kapuspenkum
Perbaikan jalan ini memang menjadi skala prioritas RMD-Jihan.
Namun mengingat keterbatasan anggaran, Pemerintah provinsi di bawah kepemimpinan RMD-Jihan melakukan langkah perbaikan secara bertahap.
Perbaikan infrastruktur jalan dilakukan dengan 2 cara. Yakni, melalui pihak ketiga dan melalui cara swa-kelola.
RMD-Jihan telah menyiapkan tim reaksi cepat untuk bisa mengatasi perbaikan jalan di puluhan titik sebagai langkah darurat. Misalnya, memperbaik jalan berlobang sehingga bisa lebih mudah dilalui.
Namun diakui saat ini memang masih banyak persoalan jalan yang belum teratasi dengan baik. Karenanya, Pemprov mengharapkan dukungan semua pihak, termasuk kepala daerah kabupaten/kota untuk bersama mengatasi keluhan masyarakat terkait jalan yang rusak tersebut.
Anggaran yang terbatas ini memang menjadi masalah serius yang dihadapi RMD-Jihan. Devisit anggaran sebesar Rp 1,8 triliun memaksa Pemprov Lampung melakukan efisiensi anggaran besar-besaran. Bahkan, anggaran yang dipangkas itu, saat berjalan pada 5 bulan terakhir pun mesti dipangkas lagi.
Ambil contoh anggaran sebuah biro. Anggaran biro ini sebelumnya sebesar Rp 3,4 miliar. Namun, saat efisiensi awal tahun lalu, dipangkas hanya tersisa Rp 1,2 miliar. Dan, bulan lalu diminta dipangkas lagi separonya.
Dalam pengelolaan anggaran RMD-Jihan memang menekankan agar anggaran yang dikeluarkan harus bisa memberikan efek yang lebih besar untuk kepentingan rakyat.
Karena itu, anggaran yang ada diprioritaskan untuk menjadi pemantik meningkatnya kesejahteraan rakyat dengan cara meningkatkan pendapatan melalui usaha produktif.
Di bidang lain, misalnya bidang Pendidikan juga telah dilakukan langkah-langkah cepat untuk mengatasi biaya Pendidikan yang tinggi. Misalnya, melakukan penataan ulang terhadap sumbangan uang komite yang menjadi keluhan banyak orang tua siswa.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: