Beri Jaminan Keamanan Vaksin TBC Bill Gates, Istana: Bukan Uji Coba, Tapi Uji Klinis Tahap 3

Beri Jaminan Keamanan Vaksin TBC Bill Gates, Istana: Bukan Uji Coba, Tapi Uji Klinis Tahap 3

uji klinis Vaksin TBC--

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Polemik vaksin TBC Bill Gates yang akan diujicoba di Indonesia terus bergulir.

Masyarakat pun menyesalkan jika Indonesia dijadikan lokasi uji coba vaksin TBC besutan Bill Gates.

Meredam keresahan masyarakat, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi dengan tegas membantah jika Indonesia menjadi negara uji coba vaksin tuberkulosis (TBC) dari Bill Gates.

Dia menjelaskan hal ini bukanlah uji coba, melainkan uji klinis tahap ketiga. Dimana, Hasan memastikan vaksin sudah aman.

BACA JUGA:Persebaya Lolos Lisensi AFC 2025/2026: Selangkah Lagi Tampil di Kompetisi Asia

"Ini bukan kata-kata uji coba ya, tapi uji klinis. Menteri Kesehatan sudah menerangkan bahwa ini uji klinis tahap 3. Artinya, vaksinnya sudah dijamin aman," kata Hasan, Minggu, 11 Mei 2025.

Dia menjamin vaksin TBC tersebut aman sebab sudah melewati tahap pra klinis tahap 1 dan 2. Uji klinis tahap 3 dilakukan di Indonesia untuk menguji berapa persen tingkat kesembuhan masyarakat dari TBC dengan menggunaka vaksin tersebut.

"Artinya vaksinnya sudah dijamin aman. Karena sudah melewati tahap praklinis, tahap 1, tahap 2. Sekarang untuk menguji berapa persen yang sembuh dengan menggunakan vaksin ini. Bukan menguji vaksin ini aman atau tidak," jelasnya.

"Dan sampai hari ini menurut menteri kesehatan tidak ada laporan mengenai hal-hal yang ditakutkan terjadi," sambung Hasan.

BACA JUGA:Polisi Ringkus 4 Preman Parkir Liar di Monas, Koordinator Diduga Anggota Ormas

Ia mengatakan uji klinis ini juga dibawah pemantauan WHO hingga Kementerian Kesehatan.

"Jadi ini di bawah pemantauan WHO, di bawah pemantauan berbagai organisasi, Kementerian Kesehatan, rumah sakit, universitas, banyak sekali yang memantau standardisasi pelaksanaan uji klinis ini," tambahnya.

Ia pun mengatakan uji klinis ini tidak hanya diselenggarakan di Indonesia melainkan di berbagai negara.

"Penting ini, Indonesia merupakan bagian kecil dari uji klinis ini," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait