Pemerintah harusnya mikir Solusinya, Ini segelintir alasan Masyarakat Indonesia Rela jual Scan Retina

Pemerintah harusnya mikir Solusinya, Ini segelintir alasan Masyarakat Indonesia Rela jual Scan Retina

Scan retina di outlet worldcoin--

Radarpena.disway.id, Jakarta - Tawaran bisa mendapatkan uang ratusan ribu rupiah secara instan membuat warga ramai-ramai rela "menjual" data matanya ke layanan digital WorldID. 

 

Tanpa berpikir panjang, warga merelakan begitu saja sidik retinanya berpindah ke pihak lain tanpa mengetahui peruntukannya. Kesediaan warga memindai data matanya ke WorldID tak lepas karena impitan ekonomi. 

BACA JUGA:Bau Amis Korupsi Penggunaan Jet Pribadi KPU

Program WorldID yang ditawarkan dianggap cukup menjadi solusi jangka pendek atas persoalan perekonomian yang mereka hadapi.

 

Solusi masalah ekonomi 

Mulyana (38), warga Kampung Gabus, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, mengaku bersedia memindai data matanya karena ingin mengatasi persoalan ekonomi yang tengah dihadapinya belakangan ini.

"Saya ikut program ini ingin membantu ekonomi saya, karena kesulitan. Siapa tahu bisa kebantu gitu dengan adanya solusi kayak gini," ujar Mulyana saat ditemui di gerai WorldID, Jalan Ir H Juanda, Selasa. 

BACA JUGA:Kurangnya Tenaga Pengajar di Kota Bekasi Butuh Solusi Nyata

Mulyana mendatangi gerai WorldID bersama tujuh sanak saudaranya. Mereka sedianya akan memindai data mata pada Selasa, tetapi batal lantaran operasional gerai tutup. Dia mengaku tertarik dengan program pemindaian data mata setelah melihat keberhasilan rekannya yang meraup uang ratusan ribu rupiah per bulan. Raup cuan dengan cara instan yang dialami rekannya membuat Mulyana kepincut bergabung dengan harapan bisa meringankan beban ekonomi yang tengah terpuruk.

"Katanya minimal banget Rp 300.000 sebulan. Selama 12 bulan dapatnya," kata dia. Di sisi lain, Mulyana juga merasa ada sedikit kekhawatiran apabila data matanya diserahkan ke WorldID. Ia takut data dirinya disalahgunakan, apalagi baru-baru ini layanan WorldID juga telah dibekukan pemerintah.

"Ada kekhawatiran, di hati juga ada. Mungkin disalahgunakan apa gimana, tapi ya udahlah mungkin cuma hanya modal ponsel, masa kayak gitu sih," ucap dia. 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: