Drama Harga Pangan 8 Mei 2025: Beras hingga Telur Ayam Melonjak, Ikan Bandeng Terjun Bebas!

Drama Harga Pangan 8 Mei 2025: Beras hingga Telur Ayam Melonjak, Ikan Bandeng Terjun Bebas!

Penderita kolesterol tinggi disarankan membatasi mengkonsumsi telur Foto : Palpos. id- Disway--

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat pergerakan harga komoditas pangan di tingkat konsumen pada Kamis pagi, 8 Mei 2025.

Data menunjukkan bahwa mayoritas harga komoditas pangan mengalami peningkatan signifikan, sementara beberapa komoditas lainnya justru mengalami penurunan.

Berdasarkan data Panel Harga Bapanas, harga beras premium tercatat naik menjadi Rp16.278 per kilogram (kg), atau naik 4,49% dibanding hari sebelumnya.

Beras medium pun mengalami peningkatan sebesar 8,05% menjadi Rp14.833 per kg.

Tak hanya beras, harga minyak goreng curah juga merangkak naik hingga 7,08% menjadi Rp19.167 per liter.

Sementara itu, harga Minyakita, produk minyak goreng bersubsidi, naik 1,49% menjadi Rp17.867 per liter.

Harga Komoditas Lain yang Juga Meroket

  • Beberapa komoditas lain yang mengalami lonjakan harga adalah:
  • Jagung di tingkat peternak naik 27,83% menjadi Rp7.800 per kg.
  • Kedelai biji kering impor naik 4,52% menjadi Rp11.282 per kg.
  • Bawang putih bonggol naik 5% menjadi Rp45.526 per kg.
  • Cabai rawit merah naik 5,1% menjadi Rp61.000 per kg.
  • Daging ayam ras naik 5,32% menjadi Rp40.000 per kg.
  • Telur ayam ras naik 6,86% menjadi Rp31.225 per kg.

Komoditas yang Mengalami Penurunan Harga

Meski banyak harga komoditas yang meningkat, beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga. Di antaranya:

  • Beras SPHP turun signifikan 3,36% menjadi Rp12.200 per kg.
  • Bawang merah turun 6% menjadi Rp38.375 per kg.
  • Cabai merah keriting turun 2,1% menjadi Rp52.222 per kg.
  • Cabai merah besar turun drastis 12,58% menjadi Rp41.001 per kg.
  • Daging sapi murni turun 7,73% menjadi Rp125.000 per kg.
  • Harga Ikan yang Fluktuatif
  • Harga ikan juga mencatat tren penurunan yang cukup signifikan:
  • Ikan kembung turun 13,46% menjadi Rp35.000 per kg.
  • Ikan tongkol turun 8,3% menjadi Rp30.882 per kg.
  • Ikan bandeng turun 14,98% menjadi Rp29.167 per kg.

Penyebab Fluktuasi Harga Pangan

Pengamat pangan menilai bahwa fluktuasi harga ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk distribusi, cuaca, dan permintaan pasar yang terus berubah.

Meski sebagian harga naik, konsumen masih bisa menemukan beberapa komoditas dengan harga lebih murah.

Tips Menghadapi Kenaikan Harga Pangan

  • Cek harga pasar sebelum berbelanja.
  • Prioritaskan membeli bahan pangan sesuai kebutuhan.
  • Pertimbangkan alternatif bahan pangan yang lebih murah.

Dengan kondisi harga pangan yang fluktuatif ini, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam mengatur pengeluaran dan memanfaatkan bahan pangan yang ada secara efisien.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: