Dua Kelompok Bentrok Bawa Senjata Api di Kemang Gegara Perebutan Lahan, 9 Orang Jadi Tersangka

Dua Kelompok Bentrok Bawa Senjata Api di Kemang Gegara Perebutan Lahan, 9 Orang Jadi Tersangka

Pelaku bentrok di Kemang, Jaksel-tangkapan layar-

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Kericuhan pecah di Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Rabu (30/4/2025), menyusul upaya tim kuasa hukum PT Group Lippo memasuki lahan yang disengketakan.

Insiden ini memicu bentrokan fisik antara pihak perusahaan dan kelompok yang mengaku sebagai ahli waris lahan.

Kapolsek Mampang Prapatan, Kompol Wahid Key, mengonfirmasi bahwa konflik bermula ketika sekitar 20 orang perwakilan PT Group Lippo datang dengan membawa dokumen kepemilikan tanah, termasuk sertifikat hak milik dan surat dari BPN.

Namun, kedatangan mereka dihadang warga yang menolak klaim perusahaan.

"Menindaklanjuti laporan masyarakat adanya pihak kuasa hukum PT. Group Lippo Pimp. Anis yang ingin memasuki dan menempati sebidang tanah yang berdiri 3 bangunan rumah yang berada di Jl. Kemang raya Kel. Bangka, Kec. Mampang prapatan, Jaksel," ujarnya dalam keteranganya, Kamis 1 Mei 2025.

Dasar Hukum vs Klaim Warga

PT Group Lippo mengaku memiliki legalitas atas tanah tersebut, tetapi warga menuding perusahaan mencoba mengambil alih lahan secara paksa. 

BACA JUGA:Hasil Semifinal Liga Europa 2024-2025 Tadi Malam: MU dan Spurs Peluang Besar Jumpa di Final

Sebelumnya, perusahaan telah melaporkan dugaan penyerobotan ke Polda Metro Jaya, sementara warga bersikukuh sebagai ahli waris sah.

Bentrokan Viral, Senapan Terekam

Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah pria bersenjata terlibat dalam insiden tersebut. Polisi membenarkan adanya bentrokan tetapi menegaskan situasi kini telah terkendali.

Disebutkan bahwa sekitar 20 orang dari tim kuasa hukum mendatangi lokasi dengan dasar legalitas berupa sertifikat hak milik, surat keterangan pendaftaran tanah dari BPN nomor 17440/2025, dan denah lokasi.

Namun, kedatangan mereka ditentang oleh sekelompok orang yang menempati lahan tersebut dan mengaku sebagai ahli waris.

Ketegangan meningkat hingga terjadi aksi saling lempar batu antara kedua belah pihak.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait