Kemendikdasmen Bakal Kembalikan Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa di SMA, Begini Respon Pengamat
Mendikdasmen Abdul Mu'ti ungkap akan mengembalikan jurusan IPA, IPS dan Bahasa di jenjang SMA-zahro-radarpena.co.id Disway group
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bakal mengembalikan jurusan IPA, IPS, dan Bahasa di jenjang SMA.
Kemendikdasmen menilai penghapusan jurusan IPA, IPS, dan Bahasa di jenjang SMA semasa Menteri Nadiem Makarim menyisakan banyak persoalan di lapangan.
Rencana mengembalikan jurusan IPA, IPS dan Bahasa di jenjang SMA mendapat tanggapan dari Praktisi pendidikan Heriyanto.
Menurutnya kebijakan penghapusan jurusan saat Menteri Nadiem Makarim justru menyulitkan siswa dalam memilih jalur akademik yang sesuai dengan minat dan cita-cita masa depan mereka.
"Masalahnya, siswa dipaksa memilih mata pelajaran yang mendekati profesi impian sejak kelas XI. Tapi banyak dari mereka justru berubah pikiran saat kelas XII," jelasnya, dikutip 14 April 2025.
Sebagai contoh, siswa yang awalnya fokus pada kedokteran bisa saja melepaskan mata pelajaran fisika, padahal jika di akhir memutuskan masuk teknik, fisika justru menjadi krusial.
Menurut Heriyanto, hingga kini belum ada sinkronisasi antara kurikulum SMA dan kebutuhan di perguruan tinggi.
Bahkan di beberapa universitas, mahasiswa wajib mengambil mata kuliah fisika, kimia, dan biologi, terlepas dari jurusan yang dipilih.
BACA JUGA:Disuap Rp60 Miliar Kasus Korupsi Minyak Goreng, LHKPN Hakim Djuyamto Cuma Rp2,9 Miliar
Hal senada diungkapkan oleh Ignasius Sudaryanto, guru Geografi di SMA Pangudi Luhur II Servasius Bekasi.
Ia menyebut bahwa penghapusan jurusan menyebabkan ketidakseimbangan jumlah siswa dalam mata pelajaran peminatan.
"Ada mapel yang sedikit peminatnya sehingga jam mengajar guru berkurang dan berdampak ke sertifikasi. Sementara di mapel lain, guru kewalahan karena muridnya menumpuk," ungkapnya.
Sudaryanto menyambut baik rencana pengembalian jurusan karena menurutnya, penjurusan membuat siswa lebih fokus dan sekolah lebih mudah mengelola tenaga pengajar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: