Profil Thaksin Shinawatra, Mantan PM Thailand yang Diberi Jabatan Penasehat Danantara
Thaksin Shinawatra--net
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID – CEO Danantara, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa jajaran manajemen Danantara Indonesia akan diisi oleh individu yang kompeten, memiliki rekam jejak bersih, dan ahli di bidangnya.
Nama-nama yang terpilih telah melalui proses seleksi ketat dan diserahkan langsung kepada Presiden Indonesia, Prabowo Subianto.
Salah satu nama yang menarik perhatian dalam susunan kepengurusan adalah Thaksin Shinawatra, mantan Perdana Menteri (PM) Thailand yang dikenal sebagai sosok berpengaruh dalam politik dan ekonomi di Asia Tenggara.
Profil Thaksin Shinawatra: Taipan Telekomunikasi yang Jadi Perdana Menteri
Thaksin Shinawatra menjabat sebagai Perdana Menteri Thailand dari 2001 hingga 2006. Thaksin Shinawatra lulusan PhD in Criminal Justice Sam Houston State University AS (1978-1981).
BACA JUGA:Pengurus Danantara Orang Titipan? Rosan Roeslani Beri Penjelasan Seperti Ini
Sebelum terjun ke dunia politik, ia merupakan mantan perwira kepolisian yang sukses membangun bisnis di sektor telekomunikasi.
Perjalanan bisnisnya dimulai pada 1987 dengan mendirikan Shin Corporation, yang kemudian berkembang menjadi perusahaan telekomunikasi terbesar di Thailand.
Keberhasilannya dalam bisnis telekomunikasi menjadi modal besar bagi Thaksin untuk membangun karier politik.
Karier Politik Thaksin Shinawatra
Thaksin pertama kali memasuki dunia politik pada 1990-an dan menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Thailand pada 1994.
BACA JUGA:Ini Dia Daftar Nama Susunan Pengurus Danantara
Ia kemudian dipercaya sebagai Wakil Perdana Menteri Thailand pada 1995-1997 sebelum akhirnya mencalonkan diri sebagai Perdana Menteri pada 2001.
Dalam kampanyenya, Thaksin menggunakan kekayaannya untuk mendanai berbagai program pro-rakyat, seperti peningkatan layanan kesehatan dan penciptaan lapangan kerja di pedesaan.
Popularitasnya melonjak di kalangan masyarakat kelas bawah, namun di sisi lain, ia mendapat penolakan dari kalangan elite yang menilai kebijakan ekonominya terlalu berpihak kepada rakyat kecil.
Kontroversi dan Kudeta Militer 2006
Meskipun berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi Thailand, Thaksin menghadapi kritik tajam terkait dugaan korupsi dan konflik kepentingan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: