Waspada! Badai Multisel Ancam Jawa dan Sumatera
Waspada badai Multisel kepung Jawa dan Sumatera--
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID – Cuaca ekstrem diprediksi masih akan melanda wilayah Jawa dan Sumatera hingga akhir pekan ini.
Menurut pakar klimatologi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin, fenomena ini disebabkan oleh badai multisel, jenis badai yang tergolong dalam kategori cuaca dahsyat.
Apa Itu badai multisel?
Badai multisel merupakan fenomena cuaca yang terdiri dari lebih dari dua awan cumulonimbus (Cb) yang membentuk struktur kompleks.
Jika terus berkembang, badai ini dapat bertransformasi menjadi badai supersel yang lebih berbahaya.
“Disebut multisel karena tersusun atas awan-awan Cb lebih dari dua,” ujar Erma Yulihastin melalui unggahan di platform X (Twitter) pada Jumat (7/3).
Berdasarkan pemantauan radar, badai multisel saat ini terdeteksi di tiga wilayah utama:
- Sumatera Selatan (berbentuk klaster)
- Jawa Barat - Banten (kombinasi klaster dan garis)
- Jawa Tengah - Jawa Timur (kombinasi klaster dan garis)
Penyebab Terjadinya Badai Multisel
Fenomena ini dipicu oleh pergerakan dan pertumbuhan vortex di atmosfer, yang kemudian berkembang menjadi bibit siklon di Samudra Hindia.
Bibit siklon ini menyebabkan kondisi atmosfer menjadi lebih labil, sehingga meningkatkan potensi hujan deras, angin kencang, dan bahkan puting beliung.
Gangguan atmosfer yang menciptakan ketidakstabilan udara di wilayah tropis juga menjadi faktor utama terbentuknya badai multisel.
Perubahan suhu dan tekanan udara yang ekstrem memicu pertumbuhan awan cumulonimbus dalam jumlah besar, sehingga memperluas dampak cuaca buruk.
Dampak Cuaca Ekstrem Akibat Badai Multisel
Badai multisel dapat menyebabkan berbagai dampak berbahaya, termasuk:
- Hujan deras disertai petir
- Angin kencang dan potensi puting beliung
- Banjir dan tanah longsor di daerah rawan
- Pohon tumbang yang berisiko menghambat akses jalan
- Gangguan transportasi udara, darat, dan laut
Bahkan, beberapa penerbangan bisa mengalami penundaan atau pembatalan akibat turbulensi yang meningkat.
Jenis-Jenis Pola Badai Multisel
Badai multisel terbagi menjadi dua pola utama:
- Multicell Cluster (MCC/MCS) → Menyebabkan hujan lebat dalam waktu lama.
- Squall Line → Dapat memicu angin kencang dalam waktu singkat.
Masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi banjir dan angin kencang. Pemantauan cuaca secara berkala sangat disarankan, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan bencana.
Tips Menghadapi Cuaca Ekstrem:
- Pantau informasi cuaca dari BMKG secara berkala
- Hindari perjalanan jauh jika cuaca buruk
- Jauhi pohon besar dan papan reklame saat hujan deras
- Amankan barang berharga jika tinggal di daerah rawan banjir
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: