Harga Sembako Melonjak Jelang Ramadhan 2025: Cabai, Beras dan Minyak Goreng Paling Mencolok!
Harga Cabai naik jelang Ramadhan 2025 -Disway/Dimas Rafi-berbagai sumber
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Menjelang bulan suci Ramadhan 2025, harga sejumlah bahan pokok (sembako) di berbagai daerah Indonesia mengalami kenaikan signifikan.
Beberapa komoditas seperti cabai, beras, dan minyak goreng menunjukkan lonjakan harga yang cukup mencolok, memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat yang tengah mempersiapkan kebutuhan untuk ibadah puasa.
Lonjakan Harga Sembako di Berbagai Daerah
Di Jawa Timur, per 28 Februari 2025, harga beras premium mencapai Rp14.409 per kilogram, sementara beras medium berada di angka Rp12.370 per kilogram.
Gula kristal putih naik menjadi Rp17.173 per kilogram, dan minyak goreng curah tercatat seharga Rp19.234 per kilogram. Harga daging ayam ras mencapai Rp34.712 per kilogram, sedangkan daging sapi paha belakang naik menjadi Rp118.156 per kilogram.
Telur ayam ras juga mengalami kenaikan harga hingga Rp28.445 per kilogram.
Di Kota Bogor, harga cabai rawit melonjak tajam dari Rp75.000 menjadi Rp120.000 per kilogram. Selain itu, minyak goreng bersubsidi Minyakita dan beras SPHP dilaporkan tidak tersedia di pasaran selama tiga minggu terakhir.
Upaya Pemerintah Menstabilkan Harga
Menyikapi kondisi ini, pemerintah melalui Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional telah menginisiasi operasi pasar pangan murah di berbagai daerah.
Operasi ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.
Peluncuran operasi pasar pangan murah dilakukan di Kantor Pos Flora Jakarta pada 24 Februari 2025, dengan melibatkan 4.500 gerai PT Pos Indonesia di seluruh Indonesia.
Lima komoditas utama yang dijual dalam operasi pasar ini antara lain minyak goreng Minyakita seharga Rp14.700 per liter, bawang putih Rp32.000 per kilogram, gula konsumsi Rp15.000 per kilogram, daging kerbau beku Rp75.000 per kilogram, dan beras SPHP Rp12.000 per kilogram.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa operasi pasar ini akan berlangsung setiap hari selama bulan Ramadhan untuk memastikan harga tetap stabil dan terjangkau.
- BACA JUGA:Sampai Ngadu ke Pusat, Pria Sumpahi Bos Pertamina yang Oplos Pertamax saat Umroh, Begini Doanya
- BACA JUGA:Jadwal Siaran Langsung Perempat Final German Open 2025: 2 Asa Merah Putih Siap Tempur
Pengawasan Ketat dan Penindakan Terhadap Pelanggaran
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa pihaknya akan menyiapkan personel untuk mengawasi harga sembako agar sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Langkah ini diambil untuk mencegah spekulasi harga dan memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga wajar selama bulan puasa.
Selain itu, pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan melakukan embelian secara berlebihan.
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengingatkan bahwa kepanikan dalam berbelanja justru dapat memperburuk situasi dan menyebabkan lonjakan harga yang lebih tinggi. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tetap tenang dan membeli kebutuhan secukupnya.
Kenaikan harga sembako menjelang Ramadhan 2025 menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan masyarakat. Melalui berbagai upaya seperti operasi pasar dan pengawasan ketat, pemerintah berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak melakukan pembelian berlebihan, dan selalu memantau informasi resmi terkait harga dan ketersediaan sembako.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: