Curhat Penyiar RRI: Program Makan Bergizi Gratis dan Efisiensi Anggaran Picu PHK Besar-Besaran di RRI
Tangkapan layar penyiar RRI Pro 2 Ternate yang terkena PHK dampak kebijakan efisiensi anggaran--instagram
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di Radio Republik Indonesia (RRI) akibat kebijakan efisiensi anggaran pemerintah terus menjadi perhatian publik.
Baru-baru ini, seorang penyiar RRI Pro 2 Ternate, @aiinizzaa, menyampaikan keluh kesahnya dalam sebuah video yang kemudian viral di media sosial.
Dalam video tersebut, ia menangis saat meminta perhatian langsung dari Presiden Prabowo Subianto terkait kebijakan yang berdampak pada banyak pegawai.
Penyiar tersebut mengaku memahami tujuan efisiensi anggaran, yang di antaranya dialokasikan untuk program makan gratis bagi anak-anak.
Namun, ia mempertanyakan konsekuensi dari kebijakan tersebut yang menyebabkan banyak pegawai kehilangan pekerjaan dan berdampak buruk pada kehidupan mereka serta keluarga.
View this post on Instagram
"Bapak, kami mengerti bahwa efisiensi anggaran yang dilakukan bertujuan untuk mendukung program-program pemerintah seperti makan gratis untuk anak-anak. Tapi, apakah Bapak juga memikirkan dampaknya bagi kami yang kehilangan pekerjaan?" ujar penyiar dalam video yang beredar luas.
BACA JUGA:
- Kapan Awal Puasa Ramadan Tahun 2025? Link Download Jadwal Imsakiyah Kemenag
- Cara dan Syarat Mengajukan KUR BRI 2025: Solusi Modal Usaha untuk UMKM
Lebih lanjut, ia menyinggung adanya kontradiksi dalam kebijakan tersebut.

Kesedihan penyiar RRI Pro 2 Ternate yang terkena PHK setelah 11 tahun berkiprah dampak kebijakan efisiensi anggaran dan makan bergizi gratis--instagram
"Sudahkah bapak berpikir bahwa ketika pagi hari bapak berhasil memberikan makanan gratis dan bergizi untuk anak-anak, tapi ketika mereka pulang ke rumah, mereka dapati orang tua mereka tidak bisa memberikan makan siang dan makan malam yang layak, karena ternyata orang tua mereka harus di-PHK, harus dirumahkan karena efisiensi yang telah bapak lakukan," tambahnya dengan nada penuh emosi.
Di akhir video, ia mempertanyakan pernyataan Presiden Prabowo yang mengklaim mencintai rakyatnya.
"Lalu menurut bapak, di mana letak yang bapak bilang bahwa bapak mencintai rakyat bapak?"
Unggahan ini memicu reaksi luas dari publik, dengan banyak warganet yang menyatakan dukungan dan keprihatinan terhadap kondisi para pegawai RRI yang terdampak.
Kebijakan efisiensi anggaran terus menuai pro dan kontra, terutama ketika menyangkut kesejahteraan masyarakat yang terdampak langsung oleh keputusan tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: