Surabaya Darurat Koin Jagat, Fasum Banyak yang Rusak Akibat Ulah Pemburu

Surabaya Darurat Koin Jagat, Fasum Banyak yang Rusak Akibat Ulah Pemburu

Perburuan Koin Jagat di Surabaya rusak fasilitas umum dan taman kota yang awalnya indah--

Radarpena.co.id, Jakarta - Fenomena memburu Koin Jagat membuat taman hingga fasilitas umum di Kota Surabaya Jawa Timur mengalami kerusakan.

Diketahui total ada enam taman yang dilaporkan terdampak akibat ulah para pemburu koin tersebut.

Enam taman di Surabaya yang rusak itu antara lain:

  1. Taman Bungkul
  2. Taman Lulumba
  3. Taman Teratai
  4. Taman Prestasi
  5. Taman Paliatif
  6. Taman Ekspresi

 

Beberapa jalur hijau di Simpang Dukuh dan Genteng juga dilaporkan rusak.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan telah melaporkan pemburu Koin Jagat yang diduga merusak taman dan fasilitas umum itu. Laporan itu didukung dengan video-video yang beredar di beberapa media sosial.

BACA JUGA:Bukti Valid Perburuan Koin Jagat Merusak bagi Fasilitas Umum Tak Terkecuali Taman Kota

BACA JUGA:Menkomdigi Gelar Pertemuan Daring dengan Pencipta, Koin Jagat Meresahkan Masyarakat Indonesia

"Iya (enam taman rusak). Sudah kami laporkan ke polisi, sama Satpol PP. Sudah kirim surat ke Komdigi, surat kita belum dibalas, tapi sudah ada action dari kementerian," kata Eri, Jumat (17/1).

Politikus PDIP ini mengatakan laporan tersebut dilakukan agar memberikan efek jera. Serta untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga. Pasalnya, para pemburu koin juga sampai nekat memanjat pagar rumah penduduk.

"Saya enggak ingin Surabaya yang guyub rukun ini diporak-porandakan, fasilitas umum pakai uang negara dirusak ndak karuan, ketenangan warga, pagarnya dipanjat," ucapnya.

BACA JUGA:Titik Lokasi Temukan Koin Jagat dengan Cepat dan Tepat, Legit Hari ini

BACA JUGA:Menkomdigi, Meutya Hafid Tanggapi Keras Perburuan Koin Jagat yang sedang Viral

Di lain sisi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa para Pemburu Koin Jagat, nekat mencongkel paving dari trotoar hingga menggali tanah untuk mendapatkan koin tersebut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait