Kalahkan Negara-negara Maju, ASN Singapura Dinobatkan yang Terbaik Dunia oleh Universitas Oxford

Kalahkan Negara-negara Maju, ASN Singapura Dinobatkan yang Terbaik Dunia oleh Universitas Oxford

Marina Bay Sands, salah satu wisata terpopuler untuk dikunjungi Turis di Singapura --

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Singapura kembali menorehkan prestasi di panggung global.

Dalam studi terbaru yang dirilis oleh Universitas Oxford melalui Indeks Administrasi Publik Blavatnik, Aparatur Sipil Negara (ASN) Singapura dinyatakan sebagai yang terbaik di dunia, mengungguli 120 negara lainnya.

Keberhasilan ini semakin memperkuat reputasi Singapura sebagai negara dengan tata kelola yang efisien dan inovatif.

Parameter Penilaian

Menurut laporan tersebut, ASN Singapura memimpin dalam berbagai aspek, termasuk layanan perbatasan, administrasi pajak, serta inovasi dalam strategi dan praktik. Indeks ini mengukur kinerja administrasi publik berdasarkan empat domain utama:

  1. Strategi dan Kepemimpinan: Mengukur kemampuan pemerintah dalam merancang visi dan arah kebijakan.
  2. Kebijakan Publik: Menilai efektivitas kebijakan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
  3. Penyampaian Nasional: Mengamati kemampuan dalam menyediakan layanan publik secara konsisten dan berkualitas tinggi.
  4. Manajemen Orang dan Proses: Fokus pada efisiensi manajemen sumber daya manusia dan proses birokrasi.

Studi ini menggunakan 82 metrik yang bersumber dari 17 lembaga terpercaya, termasuk laporan Doing Business dari Bank Dunia dan Barometer Korupsi Global oleh Transparency International.

Leo Yip, Kepala ASN Singapura, mengungkapkan rasa syukurnya atas pengakuan tersebut. Dalam wawancaranya dengan CNA,

“Kami belajar banyak dari praktik terbaik di seluruh dunia dan terus berusaha meningkatkan efektivitas kami untuk melayani masyarakat dengan lebih baik,” ujarnya.

Keberhasilan Singapura, menurut Yip, adalah hasil dari pendekatan kolaboratif lintas lembaga, inovasi berbasis data dalam kebijakan publik, dan sistem layanan nasional yang tangguh.

Di bawah Singapura, Norwegia menempati posisi kedua dengan performa luar biasa, diikuti oleh Kanada dan Denmark di peringkat ketiga, serta Finlandia di urutan kelima.

Negara-negara lain yang masuk 20 besar meliputi Inggris, Australia, dan Korea Selatan. Namun, sebagian besar negara Asia lainnya tertinggal jauh dari Singapura dalam peringkat ini.

Menurut Profesor Ngaire Woods, dekan Sekolah Pemerintahan Blavatnik, indeks ini dirancang untuk menjadi alat pembelajaran lintas negara. Ia mengatakan:
“Indeks ini menjadi ajang pembelajaran berbasis data untuk mengkatalisasi reformasi dan memperbaiki efektivitas administrasi publik di seluruh dunia.”

Faktor Keberhasilan Singapura

Keunggulan Singapura dalam administrasi pajak dan layanan perbatasan menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan negara ini. Beberapa langkah yang diambil pemerintah Singapura untuk mencapai prestasi ini antara lain:

  • Pemanfaatan Teknologi: Digitalisasi layanan publik untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi.
  • Kolaborasi Lintas Pemerintahan: Pendekatan terpadu antara kementerian dan lembaga dalam merumuskan kebijakan.
  • Data-Driven Policy Making: Penggunaan data secara intensif untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti.
  • Peningkatan Kapasitas ASN: Investasi besar dalam pelatihan dan pengembangan pegawai negeri untuk menghadapi tantangan global.

Relevansi dan Dampak Global

Studi ini tidak hanya memberikan pengakuan bagi Singapura, tetapi juga menjadi panduan bagi negara lain untuk memperbaiki tata kelola mereka. Dengan peringkat ini, Singapura sekali lagi membuktikan dirinya sebagai model yang dapat ditiru dalam bidang administrasi publik.

Keberhasilan ini juga menunjukkan pentingnya investasi pada inovasi, manajemen berbasis data, dan sistem pemerintahan yang adaptif untuk menghadapi tantangan masa depan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait