Paus Raksasa 15 Meter Terdampar di Pantai Jembrana Bali!
Heboh! Paus Sperma 15 meter terdampar di Pantai Anyarsari, Jembrana.--
radarpena.co.id - Warga di Kabupaten Jembrana, Bali, mendadak heboh dengan penemuan seekor ikan paus raksasa yang terdampar di bibir pantai. Mamalia laut dengan panjang mencapai lima belas meter tersebut ditemukan dalam kondisi mati di Pantai Anyarsari, Desa Nusasari, Kecamatan Melaya.
Kejadian ini pun langsung menarik perhatian ratusan warga sekitar yang datang untuk melihat langsung fenomena langka ini.
Pihak kepolisian segera bergerak cepat mengamankan lokasi untuk menjaga situasi tetap kondusif. Kapolsek Melaya, Komisaris Polisi (Kompol) I Ketut Sukadana, menjelaskan bahwa petugas medis akan segera melakukan pengecekan terhadap bangkai paus tersebut.
"Besok bangkai paus ini akan kami kubur setelah pemeriksaan menyeluruh dari dokter hewan untuk menganalisa penyebab kematiannya," kata Kompol Ketut, Selasa, 5 Mei 2026 malam.
Kronologi Penemuan Paus Sperma di Pantai Anyarsari
Berdasarkan laporan di lapangan, paus berjenis sperma ini pertama kali terlihat pada Selasa siang sekitar pukul 14.00 WITA.
Warga setempat bernama I Putu Pulasari adalah orang pertama yang menyaksikan keberadaan hewan besar tersebut. Informasi ini pun menyebar dengan sangat cepat hingga sampai ke telinga pihak kepolisian.
Saat pertama kali terlihat, paus tersebut berada pada posisi sekitar 100 meter dari bibir pantai.
Beberapa warga yang menyaksikan sempat melihat tubuh paus tersebut bergerak-gerak, sehingga muncul dugaan bahwa paus betina ini masih bernyawa saat pertama kali terdampar.
"Paus ini berada sekitar 100 meter dari pantai. Warga yang menonton sempat melihatnya bergerak-gerak, yang diduga saat awal ditemukan masih hidup," ungkap Ketut.
Namun sayangnya, seiring air laut yang mulai surut, paus tersebut berhenti bergerak. Petugas yang mendekat memastikan bahwa paus dengan kepala menghadap ke laut itu sudah dalam keadaan mati.
Evakuasi dan Penjagaan Ketat Petugas
Hingga Selasa malam, aparat gabungan dari Polsek Melaya, Polairud, hingga TNI AL masih berjaga di lokasi penemuan. Langkah ini diambil karena warga terus berdatangan untuk menonton bangkai paus raksasa tersebut.
Kepala Satuan Polisi Perairan dan Udara (Polairud), Ajun Komisaris Polisi (AKP) Putu Suparta, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga lokasi hingga proses evakuasi selesai sepenuhnya. Hal ini penting untuk memastikan keamanan warga dan kelancaran tugas tim medis besok hari.
"Untuk penyebab kematiannya akan dilakukan pemeriksaan lanjutan lagi oleh dokter hewan besok," jelas Ketut.
Rencananya, setelah dokter hewan menyelesaikan pemeriksaan sampel, petugas akan segera mengubur ikan paus tersebut di lokasi yang sama.
Langkah penguburan cepat ini bertujuan untuk mencegah munculnya bau busuk dari bangkai yang dapat mengganggu kenyamanan warga sekitar serta menghindari risiko kesehatan lainnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: antara