Dramatis! Tim SAR Gunakan Helikopter Evakuasi Dua WNA Terjebak di Tebing Uluwatu Bali
Tim SAR evakuasi dramatis dua WNA Rusia dan AS yang terjebak di tebing curam Uluwatu, Bali menggunakan helikopter.--
radarpena.co.id - Kawasan wisata Uluwatu, Bali kembali menjadi saksi bisu aksi penyelamatan yang menegangkan. Tim SAR gabungan harus bekerja ekstra keras untuk menyelamatkan dua jemaah mancanegara yang terjebak di tebing curam kawasan Desa Pecatu, Kuta Selatan, pada Kamis, 23 April 2026.
Penyelamatan ini melibatkan sinergi kuat antara Polresta Denpasar, Basarnas Bali, hingga tim helikopter SGI Benoa demi menjemput korban dari medan yang mustahil ditempuh lewat jalur darat.
Kronologi Kejadian: Laporan dari Papan Reklame
Insiden ini bermula sekitar pukul 13.30 WITA di koordinat 8°48'03,8"S - 115°07'01.7"E. Dua turis asing tersebut adalah seorang perempuan asal Rusia berinisial DZ (21) dan pria asal Amerika Serikat berinisial SS (52).
Cerita penyelamatan ini tergolong unik. Kepala Seksi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menjelaskan bahwa pihak El Kabron Bali Beach Club awalnya menerima telepon dari seseorang yang tidak dikenal. Penelepon tersebut mengaku terjebak di tebing dan sangat membutuhkan pertolongan.
“Pelapor mendapatkan nomor telepon dari papan reklame di sekitar lokasi tebing, kemudian pihak beach club menghubungi kepolisian,” ungkap Iptu Adi.
Informasi darurat ini segera diteruskan ke Polsek Kuta Selatan dan Satpolairud Polresta Denpasar sebelum akhirnya berkoordinasi dengan Kantor SAR Bali.
Evakuasi Udara Menjadi Pilihan Terakhir
Meskipun Basarnas Bali telah mengerahkan delapan personel ke lokasi, medan tebing Uluwatu yang sangat terjal menjadi penghalang besar. Karena evakuasi darat tidak memungkinkan, tim memutuskan untuk melakukan operasi udara.
Helikopter SGI Benoa dikerahkan ke titik koordinat korban. Dengan menggunakan metode hoisting (pengangkatan menggunakan kabel), tim berhasil mengangkat kedua WNA tersebut dari bibir tebing ke dalam helikopter.
“Proses evakuasi berjalan lancar dan kedua korban berhasil diselamatkan dalam keadaan hidup,” tegas Iptu Adi.
Kedua korban kemudian diterbangkan langsung menuju heliport SGI Benoa untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Kondisi Korban: Selamat Namun Mengalami Trauma
Meskipun berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, DZ dan SS saat ini masih memerlukan perawatan intensif. Selain luka fisik yang mungkin ada, keduanya mengalami guncangan psikis akibat peristiwa mencekam tersebut.
"Saat ini kedua korban masih menjalani perawatan medis dan belum dapat dimintai keterangan karena mengalami trauma," jelas Adi.
Pihak kepolisian pun sudah menghubungi penginapan tempat kedua WNA tersebut tinggal untuk memastikan penanganan lanjutan berjalan dengan baik.
Operasi ini sendiri menjadi bukti kesiapsiagaan peralatan SAR di Bali, yang mencakup penggunaan kendaraan rescue, helikopter, hingga alat komunikasi canggih untuk memastikan keselamatan wisatawan di Pulau Dewata.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: antara