Kasus Ijazah Palsu Jokowi: Tim Hukum Desak Polisi Buru Sang Aktor Intelektual
Polemik dugaan Ijazah Palsu Jokowi--
radarpena.co.id - Kasus dugaan penyebaran berita bohong terkait ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, kembali memanas.
Kali ini, fokus penyelidikan didorong untuk tidak hanya menyentuh pelaku di permukaan, tetapi juga membongkar siapa sosok di balik layar yang menggerakkan isu tersebut.
Sekretaris Jenderal Peradi Bersatu, Ade Darmawan, menegaskan pentingnya aparat penegak hukum untuk menelusuri aliran dana yang memicu kegaduhan publik ini.
BACA JUGA:Nasib PPPK Terancam PHK, Mendagri Beri: Pemda Segera Pangkas Dinas Luar Kota!
Incar Aliran Dana: TPPU Jadi Senjata Baru?
Tim hukum mendesak kepolisian untuk bertindak lebih jauh dengan menelusuri sumber pendanaan isu ijazah palsu ini.
Ade Darmawan menyarankan penggunaan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) jika ditemukan bukti adanya pendanaan sistematis.
- Audit Aliran Dana: Mengusut siapa yang mendanai narasi di media sosial.
- Tantangan Terbuka: Pihak-pihak yang terlibat diminta berani tampil di depan publik dan tidak hanya bergerak sebagai "penyandang dana" misterius.
“Harus diusut siapa yang mendanai. Kalau perlu gunakan pasal TPPU, karena ada dugaan aliran dana yang beredar,” tegas Ade di Jakarta (30/3/2026).
BACA JUGA:Libur Lebaran Usai, Jakarta Kembali Macet di Sejumlah Titik
Tersangka Rismon Sianipar Ajukan Restorative Justice
Di sisi lain, perkembangan hukum terkini menunjukkan adanya upaya damai dari pihak tersangka. Rismon Hasiholan Sianipar dilaporkan telah mengajukan permohonan Restorative Justice (RJ) kepada penyidik.
Pihak Polda Metro Jaya melalui Dirreskrimum, Kombes Pol. Iman Imanuddin, mengonfirmasi bahwa kepolisian sedang memfasilitasi proses tersebut.
Syarat: Tim hukum menekankan bahwa RJ jangan sampai mengaburkan fakta siapa dalang utama di balik kasus ini.
Menanggapi permintaan maaf dari Rismon Sianipar kepada ayahnya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan respons yang menyejukkan. Mengingat saat ini bertepatan dengan bulan suci, Gibran mengajak semua pihak untuk mengedepankan persaudaraan.
“Ramadan adalah waktu yang tepat untuk saling memaafkan dan merajut kembali hubungan yang baik,” ujar Gibran.
BACA JUGA:Hitung Mundur! Nasib Warga Bantaran Rel Senen Diketok Rabu Ini, Pilih Skema BUMN atau Swasta?
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: