Tolak Usul DPR Gerbong Khusus Perokok di Kereta, Gibran: Lebih Prioritas Ibu Hamil dan Lansia
Wapres Gibran tolok usulan DPR menyediakan gerbong perokok di kereta-anisha aprilia-radarpena.co.id Disway group
SOLO, RADARPENA.CO.ID – Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, menanggapi usulan anggota DPR RI yang menginginkan adanya gerbong khusus perokok di kereta jarak jauh.
Menurutnya, alokasi ruang tambahan di kereta sebaiknya diprioritaskan untuk kelompok rentan, bukan perokok.
“Kalau ada ruang fiskal, menurut saya lebih baik diprioritaskan untuk ibu hamil, ibu menyusui, balita, lansia, dan kaum difabel,” ujar Gibran usai meninjau revitalisasi Stasiun Solo Balapan, Minggu (24/8/2025).
BACA JUGA:Macet Horor TB Simatupang, Gubernur DKI Jakarta Minta Proyek Galian Selesai November 2025
Gibran menegaskan bahwa dalam merumuskan kebijakan publik harus ada skala prioritas. Ia mencontohkan kebutuhan fasilitas ramah keluarga seperti ruang laktasi di gerbong, toilet yang lebih luas, hingga area yang memudahkan ibu mengganti popok bayi.
“Menurut saya itu jauh lebih prioritas. Jadi kebijakan apapun harus ditentukan dulu mana yang benar-benar mendesak bagi masyarakat,” jelasnya.
Putra sulung Presiden Jokowi ini menilai usulan gerbong perokok kurang sejalan dengan program Presiden Prabowo Subianto, sekaligus bertentangan dengan aturan transportasi publik yang mewajibkan kawasan bebas rokok.
BACA JUGA:5 Destinasi Wisata Purwakarta untuk Family Time Sehari, Cocok Buat Liburan Tanpa Menginap
Regulasi tersebut diatur dalam:
- UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan
- PP Nomor 28 Tahun 2024
- SE Nomor 29 Tahun 2014
“Sekali lagi, untuk Bapak-Ibu anggota DPR yang terhormat, saya mohon maaf, masukannya kurang sinkron dengan program dari Bapak Presiden,” tegas Gibran.
Usulan DPR Gerbong Perokok
Sebelumnya, Anggota DPR RI Nasim Khan dalam rapat dengar pendapat bersama Dirut KAI Bobby Rasyidin pada Rabu (2/8/2025) mengusulkan adanya gerbong khusus merokok.
BACA JUGA:Kejagung Tetapkan Riza Chalid Sebagai DPO
Ia bahkan menyebut gerbong itu bisa difungsikan sekaligus sebagai kafe untuk penumpang.
“Paling tidak ada satu gerbong untuk kafe, ngopi, sekaligus smoking area,” kata Nasim saat rapat.
Wapres Gibran dengan tegas menolak wacana gerbong khusus perokok di kereta api. Ia menekankan, ruang tambahan sebaiknya difokuskan pada peningkatan layanan bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, lansia, dan penyandang disabilitas, sejalan dengan kebijakan transportasi bebas rokok di Indonesia.(anisha)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: