Telan 1300 Korban Jiwa, Apakah Penyebab Cuaca pnas Ekstrem di Eropa?
--
Radarpena.co.id - Lifestyle Belakangan ini banyak beredar video masyarakat di Prancis yang tengah menyerbu toko untuk membeli AC.
Tak cuma itu, rel trem di Jerman sampai meleleh sehingga operasionalnya menjadi lumpuh.
Semua itu diakibatkan fenomena gelombang panas ekstrem yang tembus 41,7°C.
Ilmuwan menyebut fenomena “Omega Block” dan krisis iklim global jadi biang kerok yang mengunci udara panas dari Gurun Sahara di atas daratan Eropa.
WHO bahkan melaporkan 1.300 korban jiwa akibat peristiwa ini.
Data dari WMO (World Meteorological Organization) mengungkapkan sebagian Eropa saat ini tengah mengalami gelombang panas ekstrem.
BACA JUGA:Fantastis! DPR Sebut Dana Latihan Militer KDMP Rp30 Juta per Peserta
Negara tersebut antara lain:
- Pulluau, di daerah Prancis Barat: 43,8 derajat Celcius
- Bilbao, Spanyol: 42,7 derajat Celcius
- Coschen, Jerman (Perbatasan Polandia) 41,7 derajat Celcius
- Doksany, Republik Ceko: 41,1 derajat Celcius
- Budapest; 40,7 derajat Celcius
- Slubice & Torun, Polandia: 40,5 Derajat Celcius
- Pinsk, Belarus: 40,4 derajat Celcius
WHO juga mencatat bahwa sudah lebih dari 1300 kematian hanya dalam 1 minggu akibat gelombang panas ekstrem ini.
Tak hanya itu, fasilitas publik seperti sealant pada rel trem ikut melelehyang mengakibatkan lumpuhnya operasional di sana.
Penyebab hal itu antara lain:
- Dinding Tekanan Tinggi:
Para ilmuwan menganalisis adanya pola cuaca Omega Block, yaitu area tekanan tinggi raksasa yang terjebak di anatara 2 area tekanan rendah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: