Diperbaiki Usai Dibakar Massa Saat Demo, Halte Transjakarta Senen Diresmikan Operasionalnya Senin Ini
Halte TransJakarta Senen yang dibakar massa demo-cahyono-radarpena.co.id Disway group
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dijadwalkan meresmikan halte Transjakarta di kawasan Senen yang sebelumnya dibakar orang tak dikenal (OTK) saat aksi demonstrasi pada Senin, 8 September 2025.
Dua halte Transjakarta di persimpangan Senen, yakni Halte Senen Sentral dan Halte Senen Toyota Rangga, ludes dirusak dan dibakar massa saat kericuhan menuntut keadilan atas kematian pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan (21) pada 29 Agustus 2025.
Affan tewas terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob ketika aksi unjuk rasa di kawasan Tanah Abang, Kamis malam (28/8/2025), berubah ricuh.
BACA JUGA:Imbas Demo Ricuh, 7 Halte Transjakarta Dibakar dan Layanan Dihentikan Sementara
Insiden tersebut memicu ribuan ojol menggeruduk Mako Brimob Kwitang, yang berakhir dengan pembakaran dua halte dan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Piano.
Halte Rampung, JPO Belum Tersentuh
Pantauan di lokasi menunjukkan, perbaikan dua halte sudah memasuki tahap akhir dan siap diresmikan.
“Beberapa yang mengalami kerusakan, salah satunya di Senen. Insya Allah besok saya akan resmikan,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (7/9/2025).
Namun, JPO Piano yang ikut terbakar belum diperbaiki. Perbaikannya bersama JPO Polda Metro Jaya telah dilimpahkan ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Pramono berharap insiden perusakan fasilitas umum tak terulang.
BACA JUGA:Ribuan Mobil VinFast VF8 Ditarik dari Pasaran, Ini Penyebabnya
“Yang seperti itu tidak boleh terjadi kembali,” tegasnya.
Biaya Perbaikan Membengkak
Pemprov DKI mencatat, total biaya perbaikan fasilitas umum yang rusak akibat aksi demonstrasi meningkat dari semula Rp55 miliar menjadi Rp80 miliar.
Kerusakan itu meliputi 22 halte Transjakarta, dua JPO, puluhan CCTV, 18 traffic light, hingga fasilitas lain yang rusak ringan maupun berat.
“Kerugian yang awalnya saya sampaikan Rp55 miliar, sekarang menjadi Rp80 miliar,” jelas Pramono pada 2 September 2025.
Dari jumlah itu, perbaikan dua JPO yang dilimpahkan ke Kementerian PU diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp19 miliar.(cahyono)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: