Jasa Hercules tentang Konflik Timor Leste dulu, Hendropriyono Beri Pembelaan

Jasa Hercules tentang Konflik Timor Leste dulu, Hendropriyono Beri Pembelaan

Hercules dibela eks Pimpinan BIN Hendro Priyono--

Radarpena.disway.id, Jakarta - Kisruh antara Hercules dan sejumlah purnawirawan TNI semakin panas. Kini menyeret mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Tahun 2001-2004, AM Hendropriyono.

 

Tak tanggung-tanggung, Hendropriyono pasang badan membela pria bernama lengkap Rosario de Marshal itu.

Alih-alih menyebutnya sebagai mantan preman Tanah Abang, Hendropriyono justru terang-terangan menyebut Hercules memiliki jasa yang cukup besar untuk bangsa Indonesia. 

BACA JUGA:Total 38 Ribu NIK KTP Jakarta Segera Dinonaktifkan, Dukcapil: Mereka Tinggal di Luar Jakarta

Hendropriyono membeberkan peran penting Hercules dalam perang Timor Timur. Kala itu Hercules ditugaskan sebagai Tenaga Bantuan Operasi (TBO) di Timor Timur bersama para tentara TNI.

Menurutnya, Hercules adalah seorang anak bangsa yang juga memiliki jasa terhadap bangsa Indonesia.

"Dia dulu juga sebagai TBO (Tenaga Bantuan Operasi), kemudian partisan, itu ikut bahu-membahu bersama kita melaksanakan tugas negara. Waktu itu di Timor Timur yang sekarang menjadi Timor Leste," ujar Hendropriyono dikutip dari YouTube Kilat Media, pada Minggu (4/5/2025).

 

Bahkan, menurutnya saat konflik pecah sehingga Timor Leste menjadi negara merdeka, banyak orang yang berganti kewarganegaraan, namun Hercules memilih tetap setia kepada Republik Indonesia.

"Di medan pertempuran, itu tercatat banyak juga jasa dia yang sampai kakinya buntung, dia kan orang berkaki buntung satu, tangannya juga satu, matanya juga satu," katanya.

BACA JUGA:Pemprov Jakarta Uji Coba 40 Sekolah Swasta Gratis

Hendropriyono menilai Hercules tidak akan berada dalam dunia kekerasan atau menjadi preman jika tidak terpaksa demi mempertahakan hidupanya.

"Kalau dia bisa milih, dia tidak akan menjadi preman. Tapi dia menjadi preman karena tidak ada orang yang mau terima dia kerja dengan kaki buntung, tangan buntung dan mata satu (yang sehat). Mungkin tidak ada jalan lain kecuali jalan preman. Itu kan yang harus kita lihat," ujar Hendropriyono.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: