Pelamar PPSU Padati Balai Kota DKI Jakarta, Antre Sejak Subuh
Pelamar PPSU membludak ada yang antre sejak subuh-cahyono-radarpena.co.id Disway group
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID — Ratusan pencari kerja memadati kawasan Balai Kota DKI Jakarta pada Selasa pagi dalam rangka mengajukan lamaran sebagai Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).
Antrean panjang terlihat sejak subuh, menunjukkan tingginya minat warga terhadap posisi yang dibuka oleh Pemprov DKI Jakarta tersebut.
Pantauan di lokasi sekitar pukul 11.42 WIB menunjukkan, para pelamar—baik pria maupun wanita—berkerumun di depan Loket Penerimaan Surat dan Barang, tepat di samping Masjid Fatahilah, sambil menenteng berkas lamaran.
BACA JUGA:Video Viral! Wanita Dikeroyok 20 Debt Collector di Depan Polsek Bukit Raya, Polisinya Cuma Nonton
Antre Sejak Subuh
Salah satu pelamar, Ngatiar (53), mantan kuli panggul dari wilayah Cakung, mengaku ingin memperbaiki nasib dengan menjadi bagian dari personel PPSU.
“Namanya kerja serabutan, penghasilan tidak menentu. Saya ingin punya pekerjaan tetap, apalagi ini dekat rumah,” ujar Ngatiar, yang datang seorang diri dengan membawa berkas lengkap, termasuk ijazah SD dan surat bebas narkoba.
Ia mengetahui lowongan ini melalui grup WhatsApp warga dan sempat mengecek ke kantor kelurahan sebelum diarahkan langsung ke Balai Kota.
Senada dengan Ngatiar, Ahmad (35) dari Kelurahan Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, juga datang sejak pukul 06.00 WIB bersama tiga rekannya.
“Sudah kami titipkan berkas lamaran. Semoga diterima, biar ada penghasilan tetap,” ungkap Ahmad.
Kebanyakan pelamar berharap ditempatkan di wilayah domisili mereka agar bisa bekerja dekat dengan keluarga.
BACA JUGA:Pengumuman! Dilarang Live TikTok di Bundaran HI, Pelanggar Bakal Denda Rp50 Juta
Lowongan 1.652 Petugas PPSU Dibuka
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta mengumumkan bahwa sebanyak 1.652 posisi petugas PPSU dibuka untuk tahun ini.
Menurut Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, Chaidir, persyaratan bagi pelamar cukup ringan.
“Minimal lulusan SD atau yang mampu membaca dan menulis. Diutamakan yang memiliki KTP DKI Jakarta,” terang Chaidir dalam keterangannya pada Rabu (16/4/2025).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: