Muka Glowing Tapi Anak Terasing? Ironi Denada Kini Digugat Darah Dagingnya Sendiri
Muka glowing tapi anak terasing, kisah ironi Denada Tambunan yang kini digugat anak kandungnya sendiri, Ressa Rossano, di tengah transformasi wajahnya yang drastis.-Foto:IG-
Radarpena.id – Penyanyi Denada Tambunan kini tengah menjadi pusat perhatian publik, namun bukan karena karya musik terbarunya. Transformasi fisik Denada yang tampil semakin awet muda dan glamor kini justru memicu perbandingan tajam dengan nasib putranya, Ressa Rizky Rossano, yang muncul menuntut pengakuan hukum.
Kontrasnya kehidupan sang diva dengan sang anak yang selama ini tumbuh besar dalam asuhan keluarga di Banyuwangi, memicu diskusi hangat mengenai prioritas dan tanggung jawab seorang ibu di mata masyarakat.
Ironi Kecantikan dan Kewajiban yang Terabaikan
Penampilan Denada belakangan ini memang berubah total. Melalui prosedur estetika dengan biaya fantastis, wajah Denada kini tampak jauh lebih muda, kencang, dan proporsional. Namun, kecantikan fisik tersebut kini seolah tertutup oleh bayang-bayang isu pengabaian anak.
Warganet mulai mempertanyakan bagaimana seorang figur publik begitu fokus pada investasi penampilan, sementara anak kandungnya sendiri harus menempuh jalur hukum demi mendapatkan pengakuan perdata. Di media sosial, banyak pihak menyayangkan jika urusan estetika lebih diutamakan ketimbang pemenuhan hak emosional serta kepastian masa depan sang buah hati.
Alibi Aliran Dana yang Tersumbat
Menanggapi tudingan pengabaian, pihak Denada sempat mengklaim bahwa dirinya tetap memberikan dukungan finansial. Namun, ia menuding ada oknum tertentu menyelewengkan uang tersebut sehingga tidak sampai ke tangan Ressa.
Tudingan ini justru memicu kritik baru. Publik menilai bahwa sebagai ibu kandung, Denada seharusnya memegang kontrol langsung dan memastikan kesejahteraan anaknya tanpa melalui perantara yang ia anggap bermasalah. Banyak netizen berpendapat bahwa persoalan utama terletak pada kehadiran fisik dan pengakuan tulus, bukan sekadar kiriman uang.
Gugatan Sebagai Puncak Kekecewaan
Dugaan motif finansial di balik gugatan Ressa memang sulit terhindarkan, namun banyak pihak melihat ini sebagai akumulasi rasa sakit hati yang mendalam. Tante Ratih, yang merawat Ressa sejak kecil, diduga sudah mencapai batas kesabaran melihat ketimpangan perhatian dari Denada.
Perseteruan ini menjadi bola liar yang berpotensi merusak citra yang telah Denada bangun selama bertahun-tahun. Publik kini menanti, apakah kecantikan fisik yang telah ia upayakan sedemikian rupa akan sebanding dengan keretakan hubungan darah yang kini menjadi konsumsi nasional.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: