Apa Itu Festival Diwali? Simbol Cahaya, Harapan, dan Kebaikan dari India
Ilustrasi perayaan Diwali-Unsplash/ Udayaditya Barua -
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Kalau kamu pernah melihat video atau foto orang-orang India menyalakan ratusan lampu minyak kecil, menari, memakai pakaian warna-warni, dan saling memberi permen manis, itulah Diwali, atau sering disebut juga Deepavali, yang berarti “barisan cahaya”.
Festival ini bukan sekadar pesta lampu, tapi juga simbol kemenangan cahaya atas kegelapan, kebaikan atas kejahatan, dan harapan atas keputusasaan.
Bisa dibilang, Diwali adalah momen paling berkilau dan paling ditunggu di India, setara dengan Lebaran di Indonesia atau Natal di dunia Barat.
Makna Diwali, Lebih dari Sekadar Lampu dan Kembang Api
Di balik semua pesta dan warna, Diwali punya filosofi mendalam. Menurut kisah dalam epos Ramayana, festival ini merayakan kembalinya Rama dan Sita ke Ayodhya setelah mengalahkan Rahwana.
BACA JUGA:Mengenal Festival Kue Bulan 2025: Tradisi Penuh Makna di Bawah Sinar Purnama
BACA JUGA:Festival Lampion Jogja 2025: Ribuan Lentera Indah Bakal Hiasi Pantai Parangtritis
Penduduk kota menyalakan lampu minyak sebagai simbol sambutan dan kemenangan kebaikan.
Selain itu, Diwali juga dikenal sebagai hari penghormatan kepada Dewi Lakshmi, dewi kekayaan dan kemakmuran.
Karena itu, banyak orang India membersihkan rumah mereka menjelang Diwali, bukan cuma biar rapi, tapi juga sebagai tanda kesiapan menyambut keberuntungan yang baru.
Berlangsung Lima Hari
Setiap wilayah di India punya tradisi unik, tapi semangatnya tetap sama: cahaya, kebersamaan, dan harapan.
Biasanya, perayaan berlangsung selama lima hari penuh:
- Hari Pertama (Dhanteras): Waktu terbaik membeli barang baru, terutama emas atau perhiasan, karena dianggap membawa rezeki.
- Hari Kedua (Naraka Chaturdashi): Melambangkan kemenangan kebaikan atas kejahatan. Banyak orang mandi minyak tradisional dan menyalakan lampu di malam hari.
- Hari Ketiga (Diwali): Puncak perayaan! Rumah diterangi ribuan lampu, keluarga berkumpul, berbagi permen khas seperti ladoo dan barfi, serta menyalakan kembang api.
BACA JUGA:4 Alasan September Cocok Banget untuk Liburan ke China, Cuaca Sejuk dengan Festival Meriah!
BACA JUGA:Jakarta Light Festival, Perayaan HUT 80 RI Digelar Disparekraf
- Hari Keempat (Govardhan Puja): Dipersembahkan untuk Dewa Krishna, yang dipercaya melindungi umat dari bencana alam.
- Hari Kelima (Bhai Dooj): Hari spesial untuk merayakan hubungan antara kakak dan adik, mirip dengan “hari keluarga” di Indonesia.
Nggak lengkap rasanya merayakan Diwali tanpa makanan manis dan gurih. Di setiap rumah, pasti tersaji camilan seperti Ladoo, Gulab Jamun, Jalebi, dan Samosa.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: