Yakin Sudah Benar-Benar Move On? Ini 5 Tanda Psikologis Kamu Masih Terjebak di Masa Lalu

Yakin Sudah Benar-Benar Move On? Ini 5 Tanda Psikologis Kamu Masih Terjebak di Masa Lalu

Ilustrasi belum move on-Unsplash/ Kelly Sikkema-

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Banyak orang mengira move on itu sesederhana berhenti menangis atau berhenti menghubungi mantan.

Padahal, dalam pandangan psikologi, proses ini jauh lebih kompleks karena melibatkan cara seseorang memahami kehilangan, mengatur emosi, dan membangun identitas baru setelah hubungan berakhir.

Menariknya, sebagian orang merasa sudah move on hanya karena tidak berkomunikasi lagi, padahal secara emosional masih terikat.

Nah, psikologi punya beberapa tanda yang bisa menunjukkan apakah kamu benar-benar sudah lepas, atau hanya berpura-pura pulih.

1. Kamu Masih Membandingkan Orang Baru dengan Mantan

Kebiasaan membandingkan orang baru dengan mantan adalah sinyal kuat bahwa kamu masih terjebak di masa lalu. Mungkin kamu sering berpikir, “Dia nggak sebaik yang dulu,” atau “kok rasanya beda, ya?”

BACA JUGA:7 Tanda Kamu Merasa Sendiri di Tengah Hubungan, Waspadai Red Flag Ini!

BACA JUGA:3 Tanda Kalau Hubunganmu Sudah Tidak Lagi Membahagiakan, Pilih Lanjut atau Putus?

Dalam psikologi, hal ini disebut anchoring bias, kecenderungan menjadikan pengalaman lama sebagai tolok ukur untuk menilai hal baru.

Akibatnya, kamu bukan benar-benar mencari pasangan baru, tapi mencoba menemukan versi lain dari mantanmu.

Jika ingin benar-benar lepas, berhentilah menilai masa kini dengan kacamata masa lalu. Biarkan dirimu mengenal orang baru tanpa bayang-bayang siapa pun.

2. Kamu Masih Diam-diam Stalking Media Sosial Mantan

Tanpa sadar, kamu mungkin masih membuka akun mantan “sekadar ingin tahu.” Tapi dalam psikologi, kebiasaan ini justru menunjukkan kamu belum benar-benar siap melepaskan.

Penelitian dari Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking Journal menyebutkan bahwa semakin sering seseorang mengawasi media sosial mantannya, semakin sulit ia pulih dari perpisahan.

Setiap unggahan baru bisa memicu rasa iri, sedih, bahkan marah karena hati belum selesai memproses kehilangan.

Cobalah untuk unfollow, mute, atau bahkan detox sejenak dari media sosial. Kadang, diam adalah cara terbaik untuk sembuh.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait