Misteri Berdarah di SMA Tugu Malang, Saat Lantai Aula Menyimpan Arwah Penasaran
Ilustrasi berdarah-Unsplash/ Markus Gjengaar-
Seketika ruangan itu menjadi dingin, ditambah dari arah belakang terdengar langkah kaki.
Langkahnya pelan, berat, dan teratur, seperti seseorang sedang menyeret sepatu di lantai yang basah.
Sejak saat itu, banyak yang percaya bahwa bercak darah itu bukan sekadar noda, melainkan "jejak arwah penasaran".
Menurut cerita lama, bangunan yang kini menjadi SMA Tugu dulunya digunakan sebagai tempat eksekusi tentara pribumi yang dituduh berkhianat oleh pasukan Belanda.
Darah mereka tumpah di lantai aula, dan konon, jiwa-jiwa itu belum benar-benar tenang.
Para penjaga malam sering mendengar suara berisik seperti meja diseret atau kursi jatuh dari arah aula, padahal ruangan itu sudah dikunci rapat. Kadang terdengar juga suara seseorang memanggil pelan, seolah meminta tolong.
BACA JUGA:4 Kisah Nyata Sopir Ambulans yang Bikin Merinding, Cerita Horor Singkat di Balik Kemudi
BACA JUGA:Kisah Horor Cermin Tua: Wajah Adik di Balik Bayangan, Trauma Lama yang Hidup Kembali
Salah satu penjaga bahkan mengaku pernah melihat sosok berpakaian lusuh berdiri di tengah aula, menunduk, sebelum perlahan menghilang bersama angin dingin yang berembus dari jendela tua.
Kini, untuk menghindari rasa takut yang berlebihan, pihak sekolah mengganti lantai dengan ubin kayu gelap, agar bercak itu tak terlihat lagi.
Tapi bagi yang sensitif, setiap kali melangkah di aula itu, mereka masih bisa merasakan hawa dingin menusuk tulang, seperti ada sesuatu atau "seseorang" yang masih mengawasi dari balik kegelapan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: