Tasya Farasya Gugat Cerai Ahmad Assegaf: Tampil Mewah Tenteng Tas Himalaya, Tuntut Nafkah Rp100
Tasya Farasya tenteng tas hermes himalaya -tasyafarasya-TikTok
Tas ini bukan hanya mencerminkan status, tapi juga membawa pesan kuat saat dibawa ke sidang yang penuh drama.
Fakta menarik: Tasya memilih setelan kuning, warna yang sama dengan kebaya pernikahannya pada 2018, seolah memberikan simbol ironi dan pernyataan personal dalam proses perceraiannya.
Dugaan Penggelapan Dana dan Hak Asuh Anak
Gugatan cerai ini juga dibumbui dengan isu serius: dugaan penggelapan dana oleh Ahmad Assegaf, yang sebelumnya menjabat sebagai Chief Financial Officer (CFO) di perusahaan milik Tasya.
Kuasa hukum menyatakan sudah menyiapkan dokumen dan bukti untuk pelaporan ke pihak berwenang.
Sementara itu, hak asuh atas dua anak mereka telah disepakati jatuh kepada Tasya, tanpa adanya sengketa.
"Gugatan tidak mencakup harta gana-gini, hanya fokus pada perceraian dan hak asuh anak," tambah Sangun.
Sidang Lanjutan: Fokus pada Pembuktian
Sidang lanjutan perceraian Tasya Farasya dan Ahmad Assegaf dijadwalkan pada 8 Oktober 2025.
Tim kuasa hukum menyatakan akan memfokuskan proses hukum pada pembuktian dalil-dalil gugatan yang telah disampaikan.
Perceraian Tasya Farasya menjadi sorotan tidak hanya karena statusnya sebagai public figure, tetapi juga karena caranya yang tegas dan simbolik dalam menyampaikan pesan: dari gugatan nafkah Rp100, penampilan mewah, hingga keberanian membuka persoalan kepercayaan dalam rumah tangga.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: