Kisah Nyata Dokter Forensik: Misteri Jenazah Korban Penembakan yang 'Melawan' Saat Diautopsi

Kisah Nyata Dokter Forensik: Misteri Jenazah Korban Penembakan yang 'Melawan' Saat Diautopsi

Ilustrasi penemuan mayat-Istimewa-

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Ruang autopsi biasanya identik dengan dingin, sunyi, dan bau formalin yang menusuk.

Namun, bagi sebagian dokter forensik, tempat itu kadang berubah menjadi panggung teror yang tak bisa dijelaskan sains.

Kisah nyata ini datang dari pengalaman dr. Hasri, seorang dokter forensik, yang diceritakan ulang oleh Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti, Sp.F, DFM, ahli forensik terkemuka Indonesia dan pernah dibagikan kembali melalui akun Twitter/X @durakeen.

Peluru yang Menolak Keluar

Autopsi dilakukan pada korban penembakan. Dari hasil rontgen, terlihat jelas ada peluru yang bersarang di leher dan tulang belakang bagian pinggang. Secara medis, operasi pengambilan peluru ini sulit, tapi bukan mustahil.

BACA JUGA:Kisah Nyata Horor Supir Travel, Misteri Penumpang yang Tak Pernah Ada

BACA JUGA:Kisah Horor 5 Penjara Paling Angker di Dunia, dari Eksekusi Hingga Kutukan Arwah Penasaran di Balik Jeruji

Anehnya, setiap kali tim mencoba menjangkau peluru, alat bedah terasa tertahan sesuatu yang tak kasatmata.

“Kita sudah tahu posisinya, tapi seperti ada yang menolak,” ucap dr. Hasri dengan nada berat. Seakan tubuh itu masih menyimpan perlawanan, meski nyawa sudah pergi.

Saat tubuh korban dibalik untuk menjangkau peluru di punggung, ruangan mendadak berubah. Lampu neon bergemeretak, berkedip cepat seolah hampir padam.

Peralatan logam bergetar sendiri, menimbulkan dentingan lirih yang menusuk telinga.

Salah satu perawat tiba-tiba pucat. Ia mengaku mendengar suara lirih, suara rintihan dari jenazah yang seharusnya sudah kaku dan bisu. Semua tahu ruangan itu kedap suara. Tak mungkin ada bisikan dari luar.

BACA JUGA:Cerita Horor! Rahasia Mengerikan Apartemen 7A, Uji Nyali Menginap di Kamar Bekas Seniman Meninggal Dunia

BACA JUGA:Kisah Nyata Cerita Horor Bu Sarti, Pembantu Rumah yang Ternyata Hantu Penunggu

Dengan suara hampir bergetar, dr. Hasri hanya berkata, “Sebenarnya, kita digajin.” (Digajin dalam bahasa Jawa berarti diganggu sesuatu yang tak terlihat).

Kutukan Setelah Autopsi

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: