Parhalaan! Zodiak Kuno Suku Batak, Warisan Penentu Nasib dan Petunjuk Kehidupan

Parhalaan! Zodiak Kuno Suku Batak, Warisan Penentu Nasib dan Petunjuk Kehidupan

Dari dataran tinggi Toba, Suku Batak memiliki sistem perbintangan kuno yang mendalam, dikenal sebagai Parhalaan atau Pormesa na Sampulu Dua. --Wikipedia

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Tahukah kalian, bahwa Indonesia memiliki zodiak sendiri yang berasal dari suku Batak?

Di tengah dominasi zodiak Barat yang akrab di telinga, Indonesia menyimpan kearifan lokal yang tak kalah memukau. 

Dari dataran tinggi Toba, Suku Batak memiliki sistem perbintangan kuno yang mendalam, dikenal sebagai Parhalaan atau Pormesa na Sampulu Dua

Lebih dari sekadar ramalan horoskop harian, Parhalaan adalah cerminan filosofi hidup yang terintegrasi dengan budaya, kalender, dan spiritualitas.

Berbeda dengan zodiak internasional yang hanya berfokus pada posisi matahari, Parhalaan memiliki perhitungan yang jauh lebih kompleks. 

Ia merupakan perpaduan antara kalender Batak kuno, hari kelahiran, dan bahkan marga seseorang. 

Sistem ini bukan hanya digunakan untuk membaca watak, tetapi juga sebagai pedoman dalam menentukan hari baik atau buruk untuk berbagai kegiatan penting.

BACA JUGA:3 Zodiak Paling Gampang Meminjamkan Uang ke Teman, Kamu Termasuk?

BACA JUGA:Kecocokan Zodiak Capricorn dan Aquarius dalam Percintaan, Cocok atau Tidak?

Pormesa na Sampulu Dua: 12 Rasi Bintang Berkarakter Unik

Istilah Pormesa na Sampulu Dua secara harfiah berarti "12 rasi". 

Sistem ini memiliki 12 simbol yang sekilas mirip dengan zodiak Barat, namun dengan nama dan makna yang khas dalam bahasa Batak Toba. 

Pembacaan ini dilakukan oleh seorang ahli spiritual yang disebut datu, yang memiliki pemahaman mendalam tentang alam dan kosmologi Batak. 

Setiap rasi memiliki karakteristik unik yang digambarkan dengan analogi alam atau hewan, memberikan gambaran mendalam tentang watak seseorang.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: