Kisah Horor Cermin Tua: Wajah Adik di Balik Bayangan, Trauma Lama yang Hidup Kembali
Ilustrasi: Kisah Horor Cermin Tua: Wajah Adik di Balik Bayangan, Trauma Lama yang Hidup Kembali--Wallpaper Flare
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Udara di apartemen lama itu terasa dingin dan berat, dipenuhi bau apak dan debu.
Di tengah ruangan, sebuah cermin antik dengan bingkai kayu berukir rumit berdiri tegak, meski retak di beberapa sudutnya.
Cermin itu adalah satu-satunya benda yang tersisa dari masa lalu, dan saya tidak sanggup membuangnya.
Setiap kali menatapnya, saya bukan hanya melihat bayangan diri, tetapi juga bayangan masa lalu yang begitu pahit.
Selama bertahun-tahun, saya berusaha keras melupakan hari kelabu itu: kecelakaan yang merenggut nyawa adik perempuan saya.
BACA JUGA:Cerita Horor Seram! Calista Penyuka Baju Thrifting dan Mimpi Buruk Jendela Waktu
BACA JUGA:Cerita Horor Pasar Setan Gunung Lawu, Kisah Nyata di Antara Kabut dan Misteri
Sebuah kesalahan kecil, satu detik kelalaian yang mengubah segalanya. Bayangan wajahnya yang tersenyum terakhir kali terus menghantui, terutama saat saya menatap cermin tua itu.
Malam itu, hujan turun dengan deras, mencambuk jendela apartemen.
Saya berdiri di depan cermin, mencoba meyakinkan diri bahwa semua hanya ilusi. Namun, perlahan, bayangan di cermin mulai berubah.
Itu bukan lagi pantulan saya, melainkan pantulan seorang anak kecil yang berdiri di belakang saya, mengenakan gaun putih yang begitu familiar. Itu adik saya.
"Kakak meninggalkanku," bisiknya, suaranya seperti embusan angin.
Jantung saya berdebar kencang. Saya berbalik, tetapi tidak ada siapa-siapa. Saat saya kembali menatap cermin, sosok adik saya sudah semakin jelas. Senyumnya pudar, digantikan oleh mata kosong yang menatap penuh duka.
Tangan kecilnya terangkat, menyentuh permukaan cermin, seolah mencoba menembus batas antara dunia nyata dan refleksi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: